banner 728x250
Berita  

Gawat! Tukang Parkir Nyambi Jadi Pengedar Sabu di Ampenan, Dagang Sambil Markir!

banner 120x600
banner 468x60

Siapa sangka, di balik kesibukannya sebagai tukang parkir, HYR (49), warga Lingkungan Melayu Tengah, Kelurahan Ampenan Tengah, punya “side job” yang bikin geleng-geleng kepala. Pria ini tertangkap basah menjajakan sabu dari kosnya di Jalan Sakura, Ampenan, Jumat sore (20/12).

“Awalnya kami dapat informasi dari masyarakat kalau ada aktivitas jual beli sabu di kos tersebut. Setelah kami selidiki, ternyata benar pelaku sering melakukan transaksi,” ungkap Kasatresnarkoba Polresta Mataram, AKP I Gusti Ngurah Bagus Suputra, dalam keterangannya Minggu (22/12).

banner 325x300

Sabu Jadi Sambilan, Parkir Cuma Kamuflase

HYR yang dikenal warga sebagai tukang parkir ternyata punya bisnis sampingan yang cukup “menguntungkan.” Dengan modal Rp 1 juta untuk membeli 1 gram sabu, dia memecahnya menjadi 15 paket kecil. Setiap paket dijual seharga Rp 100 ribu, menghasilkan omzet hingga Rp 1,5 juta.

“Dia bilang hasil dari markir nggak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Jadi, sabu ini dia jual untuk tambahan. Sekalian dia juga pakai sendiri,” beber AKP Bagus.

HYR melayani pembeli yang sudah dikenal atau langganan lama. Namun, untuk pembeli baru, transaksi dilakukan di kosnya. Saat polisi menggerebek kos HYR, mereka menemukan 7 klip sabu dengan berat bruto 2,44 gram, alat isap, pipet plastik runcing, dan uang tunai Rp 610 ribu.

“Parkir Jadi Alibi”

Metode HYR cukup sederhana. Saat bekerja sebagai tukang parkir, dia melayani pembeli langganan secara langsung. Pembeli yang mampir terlihat seperti pengguna jasa parkir biasa, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan. Tapi, bisnis haram ini berakhir di tangan polisi.

“Barang bukti dan pelaku sudah kami amankan untuk proses hukum lebih lanjut. Saat ini kami juga mendalami dari mana pelaku mendapatkan sabu tersebut,” ujar AKP Bagus.

“Ekonomi Sulit Jadi Alasan”

HYR mengaku terpaksa menjual sabu karena alasan ekonomi. Namun, keterlibatannya dalam bisnis ini tidak hanya memberikan uang tambahan, tetapi juga memuaskan kebutuhannya sebagai pengguna. Dengan memecah sabu menjadi paket kecil, HYR mengaku mendapat keuntungan dobel: uang dan “stok pribadi.”

“Dari Parkiran ke Penjara”

Kini, HYR harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Apa yang awalnya hanya dimaksudkan sebagai tambahan penghasilan berujung pada proses hukum yang serius.

Kisah HYR ini menjadi pengingat bahwa kejahatan bisa terjadi di mana saja, bahkan di tempat-tempat yang tampak biasa. Warga diminta untuk lebih waspada dan melaporkan aktivitas mencurigakan di sekitar mereka.

“Peran serta masyarakat sangat penting dalam memberantas peredaran narkoba. Informasi sekecil apa pun bisa membantu kami dalam mengungkap kasus,” pungkas AKP Bagus.

Apakah ini akhir dari perjalanan HYR sebagai tukang parkir? Atau justru awal dari masa yang lebih berat di balik jeruji besi?

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *