banner 728x250
Berita  

Kelapa NTB,Emas Hijau yang Siap Bikin Masyarakat Pesisir Makin Kaya, Tapi Tertahan Logistik Mahal

banner 120x600
banner 468x60

Potensi kelapa di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kini jadi perbincangan hangat. Sebagai “emas hijau” yang tumbuh subur di pesisir, kelapa menyimpan segudang harapan untuk mendongkrak ekonomi masyarakat pesisir yang seringkali terpinggirkan. Tapi sayangnya, impian ini terancam tersandung masalah logistik.

Bayangkan, NTB memiliki luas tanam kelapa mencapai 57,9 ribu hektare, dengan daerah penghasil utama seperti Kabupaten Lombok Barat (11.685 hektare) dan Kabupaten Lombok Utara (10.060 hektare). Dari area ini, setiap tahun dihasilkan belasan ribu ton kelapa—bahan baku yang berpotensi diolah menjadi produk bernilai tinggi seperti virgin coconut oil (VCO), minyak kelapa, cocopeat, dan tepung kelapa.

banner 325x300

“Target kita di 2025 adalah memaksimalkan olahan kelapa ini untuk menghasilkan uang yang benar-benar bisa dirasakan masyarakat kurang mampu,” ujar Kepala Bank Indonesia NTB, Berry Arifsyah Harahap. Dengan kata lain, kelapa di NTB bukan sekadar bahan baku, melainkan tiket menuju kesejahteraan.

Masalah Logistik, Tantangan Terbesar
Namun, masalah klasik muncul: biaya logistik yang mahal. Mengangkut hasil kelapa dari pesisir ke pasar menjadi tantangan yang tak bisa diabaikan. Berry menegaskan bahwa solusi sedang dirancang, termasuk menjalin kerjasama dengan Balai Karantina. Tapi, apakah ini cukup cepat untuk merealisasikan impian besar 2025? Waktu terus berjalan.

Kolaborasi Internasional untuk Kelapa KLU
Di Kabupaten Lombok Utara (KLU), Bupati H. Djohan Sjamsu tak ingin ketinggalan. Dengan potensi produksi mencapai 12.343 ton kelapa per tahun, Pemkab KLU menggandeng BI NTB untuk membawa kelapa lokal ke panggung internasional. “BI akan memfasilitasi buyer internasional yang siap membeli produk kita,” ujar Djohan penuh optimisme.

Pendampingan pun diberikan kepada para petani untuk memastikan kualitas kelapa sesuai standar ekspor. Tak hanya kelapa, jambu mete dan vanili juga masuk dalam radar komoditas unggulan.

Kelapa NTB, Peluang Jadi Produk Premium Dunia
Potensi besar ini menjadi momentum bagi NTB untuk bersaing di pasar global. Produk turunan kelapa NTB bisa jadi komoditas premium yang diminati pasar dunia, mengingat tren gaya hidup sehat terus meningkat.

Namun, semua ini baru akan jadi kenyataan jika masalah logistik segera diselesaikan. “Kalau transportasi saja masih mahal, bagaimana kita bisa bersaing?” keluh seorang petani di Lombok Barat.

Kelapa NTB: Peluang atau Sekadar Mimpi?
Seiring rencana besar ini, publik NTB bertanya-tanya: apakah ini hanya sekadar wacana atau benar-benar akan direalisasikan? Dengan kolaborasi antara Pemda, BI, dan petani, kelapa NTB punya semua syarat untuk menjadi cerita sukses. Tinggal menunggu apakah logistik dan pemasaran benar-benar menjadi prioritas.

Potensi sudah di depan mata. Emas hijau NTB ini siap mengubah wajah masyarakat pesisir. Tapi ingat, tanpa solusi logistik, impian ini bisa tenggelam sebelum mencapai pantai kesuksesan.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *