Tidak semua pelantikan kepala daerah menjadi momen yang penuh gegap gempita. Pasangan calon gubernur-wakil gubernur NTB terpilih, Lalu Muhammad Iqbal dan Indah Dhamayanti Putri, memilih jalur berbeda: sederhana, hemat anggaran, namun tetap berkesan.
Dalam perjalanan menuju pelantikan di Istana Merdeka, Jakarta, pada 7 Februari 2025, pesan kuat disampaikan oleh Iqbal melalui Juru Bicaranya, Adhar Hakim. “Beliau pesan betul kepada saya untuk sampaikan syukuran dilakukan secara sederhana. Beliau tidak mau menimbulkan kesan yang berlebihan,” ujar Adhar beberapa waktu lalu.
Sebagai gantinya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menjadi lokasi tasyakuran usai pelantikan. Bukan di hotel berbintang atau tempat mewah, melainkan di Anjungan NTB, yang dianggap lebih representatif dan bersahaja. Keputusan ini menggarisbawahi filosofi kepemimpinan Iqbal-Dinda yang ingin mendekatkan diri pada rakyat, bahkan sejak langkah awal menjabat.
Menyapa Warga NTB dengan Cinta
Menariknya, Iqbal-Dinda tidak hanya menjadikan pelantikan ini sebagai seremoni biasa. Pasangan ini juga berencana menyapa warga NTB yang berdomisili di Jakarta. “Pelantikan cukup (dihadiri) kepala biro pemerintahan terkait dan Sekda. Tidak perlu banyak-banyak orang. Hemat anggaran, hemat tenaga karena tugas berat sudah menanti,” tegas Adhar.
Namun, kebijakan ini bukan berarti mengabaikan antusiasme masyarakat NTB. Justru, syukuran juga digelar di Teras Udayana, Mataram, pada 10 Februari 2025, setelah serah terima jabatan dengan Pj Gubernur NTB, Hassanudin.
UMKM: Tulang Punggung Perayaan
Ada hal unik dalam syukuran di Mataram ini: keterlibatan ratusan UMKM. Langkah ini dianggap sebagai bentuk apresiasi kepada rakyat kecil sekaligus peluang untuk meningkatkan ekonomi lokal. “Biar sama-sama merasakan proses serah terima dan pelantikan ini,” kata Adhar, dengan senyum optimis.
Syukuran serupa sudah lebih dulu digelar di beberapa daerah, seperti Lombok Timur, Praya, dan Kabupaten Lombok Utara. Hal ini menunjukkan semangat egaliter pasangan terpilih yang ingin berbagi kebahagiaan dengan seluruh lapisan masyarakat.
Pesan Bijak untuk Masa Depan
Sekretaris Daerah NTB, Lalu Gita Ariadi, turut menggarisbawahi pesan Iqbal untuk tidak berlebihan dalam merayakan kemenangan. “Judulnya tasyakuran dan silaturahmi. Tidak ada suatu kemewahan untuk kita hura-hura,” katanya. Bahkan makanan yang disajikan di TMII pun sederhana, khas kampung halaman, tanpa kesan glamor.
Pilihan lokasi syukuran di Anjungan NTB TMII juga penuh pertimbangan. Dibandingkan Wisma NTB di Jalan Garut yang sempit dan rawan mengganggu warga sekitar, TMII dianggap lebih cocok untuk pertemuan berskala sedang.
Menata Langkah untuk NTB Baru
Langkah awal pasangan Iqbal-Dinda ini memberikan pesan kuat tentang gaya kepemimpinan mereka: bijak, hemat, dan fokus pada rakyat. Di tengah budaya politik yang seringkali memamerkan kemewahan, mereka hadir dengan narasi berbeda yang bisa menjadi teladan.
Ke depan, NTB di bawah Iqbal-Dinda tidak hanya diharapkan membawa perubahan, tetapi juga membuktikan bahwa kesederhanaan adalah kekuatan yang sesungguhnya. Apakah gaya ini akan menjadi standar baru? Waktu yang akan menjawabnya.
Yang jelas, NTB kini bersiap menyongsong masa depan yang lebih baik, dengan pemimpin yang menginspirasi dari awal.


















