banner 728x250

Lombok-Perth Dibuka Lagi, Strategi NTB Bangun Konektivitas Udara Pasca Pandemi

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Wacana pembukaan kembali rute penerbangan internasional Lombok–Perth, Australia dari Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) bukan sekadar soal transportasi. Rencana ini merupakan strategi besar Pemerintah Provinsi NTB dalam menghidupkan kembali konektivitas udara global pasca pandemi, sekaligus memperkuat posisi Lombok di peta pariwisata internasional.

Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, menegaskan bahwa rute ini ditargetkan bisa aktif kembali pada akhir 2025. “Ini rute lama yang dulu dilayani JetStar sebelum pandemi. Kita ingin hidupkan lagi lewat Batik Air dan Air Asia,” ungkap Iqbal, Senin (15/9).

banner 325x300

Bagi NTB, Perth bukan sekadar pintu masuk wisatawan, tetapi juga jembatan ekonomi. Pasalnya, Australia merupakan salah satu pasar utama wisatawan mancanegara ke Lombok. Dengan penerbangan langsung, wisatawan asal Negeri Kanguru akan lebih mudah datang tanpa harus transit di Bali.

Menurut pengamat pariwisata, kehadiran rute ini bisa menjadi “trigger” bagi maskapai lain membuka jalur serupa. Semakin banyak akses udara, semakin besar peluang peningkatan kunjungan wisatawan, yang otomatis menggerakkan ekonomi lokal, dari hotel, restoran, hingga UMKM.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Lombok, Stephanus Millyas Wardana, memastikan kesiapan infrastruktur BIZAM. “Bandara Lombok mampu didarati pesawat berbadan lebar. Jadi, sangat mungkin maskapai membuka penerbangan langsung internasional dari negara asal,” ujarnya.

Selain Perth, Pemprov NTB juga sedang memperkuat rute domestik ke destinasi wisata nasional seperti Labuan Bajo, Semarang, Jogjakarta, hingga Malang. Strateginya jelas: membuka sebanyak mungkin jalur konektivitas agar Lombok tidak lagi terkendala akses, yang selama ini menjadi salah satu hambatan utama dalam mendongkrak angka kunjungan wisatawan.

Contoh sukses sudah terlihat. Rute Lombok–Labuan Bajo yang awalnya hanya tiga kali sepekan, kini meningkat menjadi dua kali sehari karena tingginya permintaan.

Dengan pendekatan ini, NTB tidak hanya mengandalkan branding pariwisata, tetapi juga membangun ekosistem transportasi udara yang berkesinambungan. Hal ini penting untuk memastikan pariwisata Lombok tidak stagnan, melainkan terus berkembang mengikuti standar global.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *