banner 728x250
Berita  

Banjir Bandang Hantam 12 Kelurahan di Kota Bima, Ribuan Warga Terpuruk Saat Libur Natal

banner 120x600
banner 468x60

Banjir bandang melanda Kota Bima pada Selasa, 24 Desember 2024, pukul 13.00 WITA, menghantam 12 kelurahan sekaligus. Hujan deras yang mengguyur tanpa henti menjadi penyebab utama bencana ini. Air bah menerjang pemukiman warga dan merendam lahan pertanian, meninggalkan jejak kerusakan yang tak terbayangkan.

Dari Dodu hingga Tanjung, air bah membawa lumpur tebal yang menyulitkan warga. Rumah-rumah terendam, jalanan berubah menjadi sungai berlumpur, dan banyak fasilitas umum tak bisa difungsikan. Saat ini, warga yang terdampak di wilayah timur Kota Bima mulai membersihkan sisa-sisa lumpur, sementara di wilayah barat, banjir masih berlangsung meskipun mulai menunjukkan tanda-tanda surut.

banner 325x300

BPBD Kota Bima bersama instansi terkait bergerak cepat sejak banjir terjadi. Tim gabungan dari BPBD, DAMKAR, DLH, DINSOS, TNI, dan Polri langsung turun ke lokasi terdampak untuk membersihkan masjid, jalan raya, dan fasilitas umum lainnya. Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) juga menerjunkan tim medis untuk memberikan pengobatan di sejumlah wilayah terdampak seperti Kelurahan Kendo dan Penanae. Bantuan berupa makanan siap saji seperti nasi bungkus dan air mineral juga mulai didistribusikan kepada warga oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat.

Gufran AH, Kepala BPBD Kota Bima, mengungkapkan bahwa prioritas saat ini adalah pembersihan fasilitas umum dan pendistribusian bantuan kepada warga. Selain itu, BPBD Kota Bima terus melakukan pemantauan dan pendataan untuk memastikan kebutuhan mendesak seperti peralatan pembersih lumpur dan mesin penyedot air dapat segera terpenuhi.

Meskipun banjir di beberapa wilayah mulai surut, tantangan besar masih menghadang. Warga membutuhkan waktu dan tenaga untuk memulihkan kondisi rumah dan lingkungan mereka. Lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama juga mengalami kerusakan parah, memunculkan kekhawatiran akan dampak ekonomi yang lebih luas.

Pemerintah daerah mengimbau warga untuk tetap waspada karena potensi bencana bisa terjadi kapan saja. Koordinasi intensif terus dilakukan melalui grup Siaga Bencana Kota Bima untuk memastikan keselamatan warga dan respons yang cepat terhadap situasi darurat. Di tengah suasana yang berat, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai elemen lain menjadi sinyal harapan untuk pulih dari bencana ini.

“Seluruh tim terus bekerja untuk memastikan warga mendapatkan bantuan dan perlindungan yang dibutuhkan. Kami juga mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga keselamatan diri dan keluarga,” tutup Gufran dalam pernyataannya.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *