Desa Tetebatu di Kecamatan Sikur, Lombok Timur, kini jadi primadona menjelang tahun baru 2025. Penginapan-penginapan di desa ini penuh sesak, dengan tingkat pemesanan mencapai 85% hanya untuk malam tahun baru! Angka ini mencerminkan tren positif yang terus mendaki sejak dua tahun terakhir, menjadikan Tetebatu destinasi wajib bagi wisatawan mancanegara.
Pesona Tetebatu: Magnet Wisata Dunia
“Sejak Oktober, kamar-kamar sudah mulai dipesan. Bahkan, ada tamu yang booking sejak awal tahun ini,” ungkap Sarjaya, Ketua Pokdarwis Desa Tetebatu. Luar biasa, bukan? Tetebatu, yang dikenal dengan keindahan alamnya dan suasana desa yang asri, kini bersaing dengan destinasi wisata internasional lainnya.
Tamu-tamu dari Jerman, Prancis, hingga Kanada sudah mengamankan kamar untuk menikmati akhir tahun di sini. Bahkan, ada rombongan 25 wisatawan Rumania yang siap meramaikan malam pergantian tahun. Semua ini menjadikan Tetebatu tak hanya tujuan liburan singkat, tapi juga pelarian panjang dari hiruk-pikuk kehidupan kota.
Harga Tetap Ramah Kantong
Meskipun permintaan melonjak, pengelola penginapan di Tetebatu tetap berpegang pada prinsip “harga ramah wisatawan”. Tarif kamar di desa ini mulai dari Rp175 ribu hingga Rp250 ribu per malam, tergantung fasilitas yang ditawarkan.
“Meski banyak tamu berebut kamar, kami tetap menjaga harga standar,” kata Sarjaya. Penginapan seperti Padi Bungalow Tetebatu bahkan sudah penuh sejak dua bulan lalu, namun pengelola tak tergoda menaikkan tarif.
40 Hari di Surga Tropis
Yang menarik, beberapa tamu dari Eropa rela tinggal hingga 40 hari di penginapan seperti Padi Bungalow Tetebatu. “Mereka betah di sini. Tetebatu itu bukan hanya tempat singgah, tapi tempat menikmati kehidupan,” ujar Rizal, pengelola Padi Bungalow.
Rizal juga menambahkan, pada 27 Desember, penginapannya akan kedatangan tamu asal Kanada. Dengan suasana yang tenang, pemandangan sawah nan hijau, dan keramahan penduduk lokal, siapa yang tidak ingin menetap lebih lama?
Tetebatu Siap Sambut Tahun Baru
Sampai Januari, penginapan di Tetebatu sudah hampir seluruhnya penuh. Para pengelola bahkan saling bekerja sama untuk mengalihkan tamu tanpa reservasi ke penginapan lain. “Kami punya jaringan kuat, jadi tamu tidak perlu khawatir kehabisan tempat,” jelas Rizal.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana Tetebatu telah mengokohkan diri sebagai destinasi global. Jika Anda ingin merasakan sensasi tahun baru yang berbeda, jauh dari hiruk-pikuk kota besar, Tetebatu adalah jawabannya.
Catatan Akhir: Tetebatu dan Masa Depan Wisata Lombok
Kenaikan kunjungan ini bukan hanya kabar baik bagi Desa Tetebatu, tapi juga NTB secara keseluruhan. Dengan pengelolaan yang baik, Tetebatu bisa menjadi destinasi unggulan Indonesia di mata dunia. Jadi, sudahkah Anda memesan kamar? Jangan sampai ketinggalan menikmati keindahan desa ini di pergantian tahun 2025! 🎆


















