banner 728x250
Berita  

Wow! Wisata Rinjani Melonjak 40%, Capai 177 Ribu Pengunjung

banner 120x600
banner 468x60


Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) kembali mencuri perhatian! Tahun 2024 mencatatkan angka kunjungan luar biasa, mencapai 177.321 orang, atau naik 40% dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan ini menjadi bukti daya tarik Gunung Rinjani sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia.

“Kami sangat bersyukur atas peningkatan ini. Jumlah pengunjung tertinggi tercatat pada Agustus, mencapai 14.054 orang,” ungkap Kepala Balai TNGR, Yarman, kepada Lombok Post. Lebih dari 70% pengunjung, tepatnya 131.138 orang, adalah wisatawan nusantara. Sisanya, sebanyak 46.183 orang, datang dari mancanegara.

banner 325x300

Angka yang Mengguncang: 89 Ribu Orang Tidak Mendaki!
Dari total pengunjung, menariknya 89.426 orang tidak melakukan pendakian ke Gunung Rinjani. Mereka lebih memilih menikmati keindahan kawasan sekitar tanpa harus menguras tenaga mendaki. “Kami tidak menetapkan target angka kunjungan yang pasti. Yang penting adalah keseimbangan antara pelestarian ekosistem dan pengembangan pariwisata,” ujar Yarman.

Namun, TNGR bukan hanya soal jumlah pengunjung. Ada misi besar di balik keindahan alamnya: menjaga ekosistem tetap stabil dan aman. “Kami ingin mengurangi sampah dan memastikan keamanan kawasan tetap terjaga,” tambahnya.

2025: Tahun Zero Waste untuk Rinjani
Langkah besar lainnya yang patut dinantikan adalah program Go Rinjani Zero Waste, yang akan dimulai pada 2025. Pendaki diwajibkan membawa wadah isi ulang untuk makanan dan minuman. Tujuannya sederhana namun revolusioner: mengurangi 90% sampah plastik botol yang selama ini menjadi masalah utama.

Sebagai persiapan, TNGR akan ditutup sementara dari 1 Januari hingga 2 April 2025. Penutupan ini bertujuan untuk pemulihan ekosistem, pemasangan rambu arah, dan perbaikan fasilitas seperti toilet, tangga, serta tali pengaman. “Penutupan ini penting agar pendakian di April nanti lebih siap,” tegas Yarman.

Tantangan Besar: Ekosistem dan Fasilitas
Meskipun jumlah kunjungan meningkat, tantangan besar tetap ada. Fasilitas di kawasan TNGR, seperti toilet, sumber air, dan rambu arah, masih butuh perbaikan signifikan. “Kami terus berupaya meningkatkan kenyamanan wisatawan tanpa mengorbankan ekosistem,” tambahnya.

Peningkatan jumlah wisatawan ini juga menambah tekanan pada ekosistem Rinjani. Pengelolaan yang lebih baik sangat dibutuhkan untuk menjaga kelestarian flora dan fauna di kawasan ini.

Angka Berbicara, Masa Depan Menanti
Angka-angka ini bukan hanya statistik; mereka adalah cerminan potensi luar biasa Gunung Rinjani sebagai destinasi wisata kelas dunia. Dengan program Zero Waste, peningkatan fasilitas, dan penutupan sementara untuk pemulihan ekosistem, TNGR siap menyambut wisatawan dengan wajah baru yang lebih bersih dan ramah lingkungan.

“Harapannya, semua ini dapat membuat Rinjani tetap menjadi kebanggaan Indonesia dan dunia, tanpa mengorbankan kelestariannya,” tutup Yarman penuh optimisme.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *