investigasiindonesia.com – Komisi III DPRD Kota Mataram menegaskan komitmennya untuk memperkuat fungsi pengawasan terhadap dua mega proyek yang tengah berjalan: pembangunan kantor Wali Kota Mataram di kawasan Jempong Lingkar Selatan dan rehabilitasi kantor Dinas Perhubungan (Dishub).
Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram, Abd Rachman, menyatakan sidak akan segera dilakukan untuk memvalidasi klaim progres pembangunan yang disebut sudah mencapai 57 persen. “Kami tidak ingin hanya mengandalkan laporan administratif. Progres harus benar-benar terlihat di lapangan,” tegasnya, Senin (22/9).
Menurutnya, pengawasan ini penting agar deviasi positif yang dilaporkan tidak menutup kemungkinan adanya detail pekerjaan yang terabaikan. Ia menekankan bahwa pembangunan kantor wali kota bukan sekadar proyek fisik, melainkan simbol pelayanan publik dan wajah pemerintahan kota. “Gedung ini adalah rumah besar masyarakat. Standarnya tidak boleh main-main,” ujarnya.
Komisi III juga menyoroti aspek kualitas konstruksi. Dari material, ketepatan desain, hingga keamanan struktur, semua harus dipastikan sesuai standar. Politisi Gerindra itu menegaskan, pembangunan tidak boleh hanya dikejar cepat selesai, melainkan harus menjamin kualitas jangka panjang.
Sementara itu, anggota Komisi III Ismul Hidayat menambahkan bahwa kedua proyek tersebut bersumber dari APBD Kota Mataram, sehingga transparansi penggunaan anggaran menjadi sorotan utama. “Kita kroscek menyeluruh, agar masyarakat tahu bahwa uang daerah tidak disia-siakan,” katanya.
Proyek pembangunan kantor wali kota menelan anggaran tahap awal Rp65 miliar dan dinilai strategis sebagai tonggak pembangunan jangka panjang kota. Masyarakat pun menaruh harapan agar gedung baru tidak hanya megah secara fisik, melainkan juga efisien dalam tata ruang dan benar-benar meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Hasil sidak DPRD nantinya akan menjadi dasar evaluasi dan rekomendasi resmi bagi pemerintah kota. Langkah ini juga dianggap sebagai mekanisme kontrol untuk menjaga akuntabilitas dan memastikan mega proyek bernilai miliaran rupiah itu berjalan sesuai rencana.


















