banner 728x250

KEK Mandalika, Dari Simbol Investasi ke Ujian Tata Kelola Pariwisata NTB

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika bukan lagi sekadar ikon pariwisata Lombok Tengah. Dengan investasi yang sudah menembus Rp 5,74 triliun dan serapan tenaga kerja lebih dari 19 ribu orang, Mandalika kini menjadi barometer bagaimana Nusa Tenggara Barat (NTB) mengelola potensi wisata kelas dunia agar benar-benar berdampak luas bagi masyarakat.

Hal ini mengemuka dalam diskusi publik bertema “The Mandalika: Jalan NTB Menuju Destinasi Kelas Dunia” yang digelar Forum Wartawan Parlemen (FWP) NTB, Senin (23/9) di Mataram. Hadir berbagai pemangku kepentingan mulai dari DPRD NTB, ITDC, Dinas Pariwisata NTB, akademisi, hingga pelaku industri pariwisata.

banner 325x300

Pjs General Manager The Mandalika ITDC, Agus Setiawan, mengungkapkan bahwa investasi di Mandalika masih akan terus bertambah, seiring pembangunan infrastruktur baru, termasuk terminal khusus untuk mendukung kawasan tersebut. “Insentif keringanan pajak hotel dan hiburan juga tengah disiapkan agar investasi semakin bergairah,” jelasnya.

Namun keberhasilan pembangunan Mandalika tidak hanya diukur dari angka investasi. Ketua Komisi II DPRD NTB, Lalu Pelita Putra, mengingatkan bahwa pembangunan pariwisata harus dilakukan secara terintegrasi lintas sektor. “Pariwisata tidak bisa berjalan parsial. Semua OPD, mulai dari perdagangan, koperasi, UMKM, pertanian hingga infrastruktur, harus bergerak bersama,” tegasnya.

Pelita juga menekankan pentingnya regulasi yang sudah lahir sejak era TGB, seperti Perda Pariwisata Halal dan Perda Pariwisata Berkelanjutan berbasis kearifan lokal. Menurutnya, payung hukum tanpa eksekusi yang konsisten hanya akan jadi formalitas.

Tantangan nyata di lapangan pun mencuat, terutama menjelang MotoGP Mandalika 2025 yang tinggal hitungan hari. Penjualan tiket yang baru mencapai 30 persen dan isu kenaikan harga hotel dinilai berpotensi mengurangi daya tarik wisatawan. “Kenaikan harga wajar, tapi jangan sampai mencekik. Jika dibiarkan, ini akan merusak citra NTB sebagai destinasi ramah wisatawan,” tandas Pelita.

Di sisi lain, Kadispar NTB Ahmad Nur Aulia menegaskan pentingnya harmonisasi seluruh stakeholder. Dari promosi, koordinasi lintas instansi, hingga menjaga agar okupansi hotel tidak terjebak pada permainan harga. “MotoGP adalah etalase pariwisata NTB di mata dunia. Event ini harus sukses, bukan hanya sebagai tontonan, tapi juga sebagai mesin penggerak ekonomi daerah,” tegasnya.

Dengan kata lain, Mandalika kini bukan sekadar proyek mercusuar. Ia adalah ujian serius: apakah NTB mampu mengelola pariwisata kelas dunia secara inklusif, berkelanjutan, dan berpihak pada masyarakat, atau sekadar mengejar gemerlap event internasional tanpa meninggalkan jejak kesejahteraan.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *