investigasiindonesia.com – Penanganan kasus kematian Brigadir Esco Faska Rely memasuki babak baru setelah rekonstruksi digelar di Dusun Nyiurlembang, Desa Jembatan Kembar, Kecamatan Lembar, Lombok Barat, Senin (29/9). Rekonstruksi menghadirkan tersangka utama Brigadir Rizka Sintiyani, yang tak lain adalah istri korban. Namun, sorotan publik kini bergeser pada keberadaan dua sosok misterius yang disebut sebagai Mister X.
Dalam rekonstruksi yang dipaparkan penyidik, Mister X digambarkan sebagai pihak yang menggotong jenazah Brigadir Esco dari kamar belakang menuju lokasi ditemukannya jasad. Meski demikian, identitas keduanya sama sekali tidak diperjelas. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar: siapa sebenarnya mereka, dan sejauh mana keterlibatannya?
Kuasa hukum keluarga korban, Lalu Anton Hariawan, menilai keberadaan Mister X sangat krusial untuk mengurai benang kusut kasus ini. “Kalau benar ada dua orang yang memindahkan jenazah, maka mereka tidak bisa diposisikan hanya sebagai figuran. Harus jelas apakah mereka pelaku utama, turut serta, atau bahkan menyuruh,” tegas Anton.
Spekulasi publik pun bermunculan. Ada dugaan, salah satu Mister X adalah orang dekat korban, bahkan mungkin berasal dari lingkaran keluarga sendiri. Namun, tanpa kejelasan dari penyidik, isu tersebut kian liar. Keluarga korban menegaskan, transparansi adalah harga mati. “Jangan sampai ada aktor penting yang dilindungi,” ujarnya.
Selain Mister X, fakta lain yang tak kalah penting muncul dari kesaksian Haji Saiun. Pada Rabu (20/8), tersangka Rizka disebut menitipkan anaknya seharian penuh ke rumah Saiun. Namun, kesaksian ini beserta beberapa saksi lain, termasuk istri Saiun, belum masuk dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Anton menilai keterangan saksi-saksi yang diabaikan bisa membuka motif baru di balik kematian Brigadir Esco.
Keluarga korban menekankan bahwa rekonstruksi hanya akan berarti jika diikuti dengan langkah hukum yang tegas. “Kita ingin polisi berani. Kebenaran tidak boleh setengah-setengah,” kata Anton.
Namun, harapan itu belum terjawab. Kasubdit 3 Ditreskrimum Polda NTB, AKBP Catur Erwin, saat dikonfirmasi mengenai kemungkinan munculnya tersangka baru, memberikan jawaban singkat: “Nggak ada.”
Kini publik menunggu, apakah Mister X akan tetap menjadi bayangan yang tidak tersentuh, atau justru kunci utama untuk membuka tabir kematian Brigadir Esco.


















