Kamis sore yang biasanya tenang di Desa Rai Oi, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, berubah menjadi momen mendebarkan. Seorang pria berinisial EF, warga setempat berusia 27 tahun, mendadak menjadi sorotan. Pasalnya, ia diduga kuat terlibat dalam peredaran sabu dan harus dilumpuhkan aparat setelah mencoba kabur saat penggerebekan.
Kapolsek Sape, AKP Masdidin, menceritakan kronologi lengkap kejadian yang kini menggemparkan warga. Berbekal informasi dari masyarakat tentang aktivitas mencurigakan EF, tim gabungan Polsek Sape dan Intelmob Kompi 3 Batalyon C Pelopor bergerak cepat menuju rumah pelaku sekitar pukul 17.00 WITA. Sebelumnya, laporan mengindikasikan EF sudah beraksi sejak pukul 15.50 WITA.
“Saat kami tiba, EF ada di rumah. Namun, ketika proses penggeledahan berlangsung, ia mencoba kabur melalui pintu belakang rumah,” ungkap Masdidin. Upaya kabur EF tidak main-main, membuat aparat harus memberikan tembakan peringatan ke udara. Namun, peringatan tersebut tak digubris pelaku, sehingga langkah tegas diambil. “Tindakan terukur dilakukan dengan melumpuhkan pelaku melalui tembakan di bagian paha kanan,” tambahnya.
Barang Bukti Mencengangkan
Penggeledahan yang dilakukan di tempat kejadian menghasilkan temuan yang memperkuat dugaan keterlibatan EF dalam peredaran sabu. Polisi berhasil mengamankan empat poket sabu siap edar, dua bungkus plastik klip kosong, serta barang-barang lain seperti korek gas dan sebuah handphone. Tak hanya itu, uang tunai lebih dari Rp 1 juta juga ditemukan, diduga hasil dari transaksi barang haram tersebut.
“Saat ini, EF sudah kami amankan bersama barang bukti di Polres Bima Kota. Kami akan mendalami lebih lanjut jaringan yang melibatkan pelaku ini,” ujar Masdidin.
Respons Warga Desa Rai Oi
Kejadian ini menjadi perbincangan hangat di kalangan warga. Banyak yang tidak menyangka bahwa EF, seorang pria muda dari desa mereka, terlibat dalam bisnis gelap narkotika. “Kami tahu dia sering terlihat sibuk, tapi tidak pernah mengira ini,” kata seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Namun, ada juga warga yang merasa lega dengan langkah cepat polisi. “Desa kami seharusnya bersih dari narkoba. Ini langkah tegas yang memang harus diambil agar generasi muda tidak ikut terjerumus,” kata seorang tokoh masyarakat setempat.
Tindakan Tegas Demi Masa Depan
Kasus EF kembali menjadi pengingat akan bahaya peredaran narkoba di pedesaan yang kerap dianggap jauh dari pusat peredaran barang haram ini. Kapolsek Sape menegaskan komitmennya untuk terus memberantas narkoba hingga ke akar-akarnya. “Kami butuh dukungan masyarakat untuk melaporkan aktivitas mencurigakan. Bersama-sama, kita bisa menjaga generasi muda dari pengaruh buruk narkoba,” tegas Masdidin.
Dengan kasus ini, polisi berharap dapat mengungkap jaringan yang lebih besar di balik peredaran sabu di wilayah Sape dan sekitarnya. EF kini harus menghadapi proses hukum atas tindakannya, sementara masyarakat Desa Rai Oi berharap kedamaian dapat segera kembali.
Penutup: Bahaya Mengintai di Balik Ketenangan Desa
Kejadian ini membuktikan bahwa ancaman narkoba tidak hanya ada di kota besar. Bahkan di desa kecil seperti Rai Oi, bahaya tersebut dapat masuk dengan cara yang tak terduga. Kisah EF adalah peringatan bahwa kewaspadaan masyarakat dan tindakan cepat aparat adalah kunci untuk melindungi komunitas dari dampak merusak narkotika


















