investigasiindonesia.com — Kasus kematian mahasiswi Universitas Mataram (Unram), Ni Made Vaniradya alias Vira, kembali memanas. Kuasa hukum tersangka, Radiet Ardiansyah alias Radit, mengungkap adanya dugaan pelaku misterius yang turut terlibat dalam tragedi di Pantai Nipah, Kabupaten Lombok Utara.
Kurniadi, kuasa hukum Radit, menegaskan bahwa kliennya bukan pelaku pembunuhan, melainkan korban penganiayaan oleh orang tak dikenal (OTK). “Radit justru dipukul dari belakang hingga pingsan. Saat sadar, Vira sudah tidak bernyawa,” ujarnya, Sabtu (25/10).
Menurut Kurniadi, pihaknya kecewa karena laporan dugaan penganiayaan dan pencurian yang diajukan ke kepolisian belum juga mendapat tindak lanjut. “Tidak ada progres laporan kami. Karena itu, kami akan bersurat langsung ke Mabes Polri,” tegasnya.
Ia menuturkan, hasil pemeriksaan medis memperkuat dugaan bahwa Radit mengalami kekerasan fisik. “Ada pergeseran tulang rahang dan memar di bagian belakang kepala akibat benda tumpul. Kalau dia pelaku, bagaimana bisa dirinya sendiri mengalami luka seberat itu?” ujarnya heran.
Kuasa hukum juga membantah anggapan bahwa luka di tangan Radit merupakan bekas cakaran korban. “Itu bukan cakaran, tapi goresan akibat diseret di lokasi berbatu. Temuan ini juga didukung oleh hasil pemeriksaan forensik,” katanya.
Untuk memperkuat pembelaan, pihaknya kini tengah menyiapkan sketsa wajah pelaku OTK yang disebut Radit sempat menyerang mereka berdua. “Tim sketsa sudah kami siapkan agar bisa jadi petunjuk baru bagi penyidik,” ungkap Kurniadi.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Lombok Utara, AKP Punguan Hutahean, menegaskan bahwa laporan dari pihak Radit tidak diabaikan. “Laporannya tetap kami tindak lanjuti dan sedang dikoordinasikan dengan Polda NTB,” jelasnya.
Ia menambahkan, di sisi lain penyidik juga tengah menyempurnakan berkas perkara pembunuhan yang menjerat Radit sebagai tersangka. “Kami masih melengkapi petunjuk dari jaksa peneliti,” ujar Punguan.
Kasus ini bermula saat jenazah Vira ditemukan di Pantai Nipah pada 27 Agustus lalu. Sebelumnya, Vira dan Radit diketahui berangkat bersama dari kampus Unram menggunakan sepeda motor menuju pantai tersebut. Malam harinya, keluarga mulai kehilangan kontak, hingga akhirnya Radit ditemukan dalam keadaan pingsan dan Vira sudah meninggal dunia.
Kini, publik menanti hasil penyelidikan yang lebih terang. Dua versi kebenaran — antara “Radit sebagai pelaku” atau “Radit sebagai korban” — terus bergulir. Polisi berada dalam tekanan untuk mengungkap siapa sebenarnya dalang di balik tragedi Pantai Nipah yang masih menyisakan banyak tanda tanya.


















