banner 728x250
Berita  

Lahan Menyusut, Ide Melesat: Mataram Jadikan Urban Farming Napas Baru Pertanian Kota

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Di tengah gempuran alih fungsi lahan yang kian menekan ruang hijau, Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram memilih tak menyerah. Justru dari keterbatasan itu, lahirlah inovasi: pertanian kota atau urban farming yang kini digadang menjadi tulang punggung baru ketahanan pangan perkotaan.

Kepala Distan Kota Mataram, Lalu Johari, mengungkapkan bahwa sebanyak 280 hektare lahan pertanian di kota ini telah beralih fungsi. Kondisi tersebut mendorong pihaknya bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) untuk beralih strategi menuju pertanian berbasis ruang sempit.

banner 325x300

“Dengan lahan sawah yang terus menyusut, kita tidak bisa lagi hanya bicara padi. Ke depan, arah kita jelas: urban farming sebagai solusi jangka panjang untuk kemandirian pangan,” ujar Johari, Selasa (28/10).

Melalui rembuk bersama kelompok tani se-Kota Mataram, Distan memperkuat kolaborasi untuk mengembangkan berbagai komoditas hortikultura yang sesuai potensi enam kecamatan di kota ini. Termasuk dukungan berjenjang dalam penyediaan pupuk, bibit, dan sarana produksi lainnya.

Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) pun menjadi ujung tombak. Masyarakat didorong memanfaatkan setiap jengkal lahan, mulai dari pekarangan rumah, atap bangunan (rooftop), hingga barang bekas untuk menanam sayuran dan cabai.

Tak hanya itu, sinergi lintas daerah juga diperkuat. Mataram bekerja sama dengan Lombok Timur sebagai sentra penghasil cabai untuk menjaga pasokan dan menekan fluktuasi harga.

“Prinsipnya, keterbatasan lahan bukan hambatan. Justru memacu inovasi. Dengan urban farming, masyarakat kota bisa menanam sendiri dan mengurangi ketergantungan pasokan luar,” tambahnya.

Menariknya, Distan juga merangkul sekolah-sekolah dalam gerakan ini. Melalui program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), pelajar diajak menanam cabai sebagai bagian dari pembelajaran gaya hidup berkelanjutan. Beberapa sekolah bahkan telah mampu memproduksi bibit cabai sendiri.

Sebagai bentuk apresiasi, Pemkot Mataram rutin menggelar Lomba Pekarangan Lestari untuk menumbuhkan semangat warga berinovasi di lahan terbatas.

“Yang kita tanam bukan hanya sayur dan cabai, tapi juga kesadaran bahwa ketahanan pangan bisa dimulai dari rumah sendiri,” tutup Johari.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *