investigasiindonesia.com — Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pertanian kembali menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Lombok Utara. Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri, ST., MT secara resmi membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Tailor Made Training (TMT) Program Budidaya Tanaman Buah Kurma Tahunan, Senin (3/11), di Posko Ukhwah Datu Nusantara Dusun Gondang Timur, Kecamatan Gangga. Kegiatan ini merupakan kerja sama Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur dengan Ukhwah Datu Nusantara.
Turut hadir sejumlah tokoh penting, di antaranya Kepala BPVP Lombok Timur Imran Thohir, S.Hut.,M.Si., Guru Besar Universitas Brawijaya Prof. Ir. Moh. Sholichim, MT., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., Presiden Kurma Indonesia Dr. Ade Sudrajat, ST.,M.Si, serta beberapa pejabat daerah.
Dalam sambutannya, Wabup Kus menegaskan bahwa Lombok Utara kini tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata unggulan, tetapi juga memiliki potensi pertanian yang luar biasa. Salah satunya adalah komoditas kurma, yang telah mengharumkan nama daerah di kancah internasional.
“Kurma Lombok Utara berhasil menembus peringkat ketujuh kurma terbaik dunia pada Festival Kurma 2023 dan 2024 di Abu Dhabi. Ini bukti bahwa kita punya potensi besar. SDM pertanian harus disiapkan agar lebih unggul dan berkualitas dalam mengelola potensi ini,” tegasnya.
Wabup Kus juga menekankan pentingnya pemanfaatan pelatihan secara maksimal. Peserta diminta menyerap ilmu teknis mulai dari proses penanaman hingga pemasaran, sehingga mampu mengembangkan budidaya kurma secara berkelanjutan dan memberi manfaat bagi daerah masing-masing.
Sementara itu, Kepala BPVP Lombok Timur, Imran Thohir menerangkan bahwa program pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan masyarakat, khususnya dalam sektor pertanian dan pariwisata melalui metode TMT.
“Metode pelatihan TMT dirancang untuk mencetak sumber daya manusia siap bersaing di pasar lokal maupun nasional,” ujarnya.
Ketua panitia pelatihan, Sukarman, menambahkan bahwa pelatihan ini tidak hanya fokus pada kurma, tetapi juga pada tanaman Sacha Inchi melalui sistem tumpang sari untuk mengoptimalkan lahan kering dan mendukung kesejahteraan petani.
Pelatihan ini diikuti 32 peserta dari berbagai kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat, menandai langkah serius Lombok Utara menuju penguatan sektor pertanian berbasis komoditas unggulan yang bernilai ekonomi tinggi.
Dengan pelatihan ini, Lombok Utara semakin menegaskan diri bukan sekadar tujuan wisata, namun juga pusat inovasi pertanian masa depan


















