investigasiindonesia.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram melanjutkan langkah mencari solusi atas permasalahan parkir driver ojek online (ojol) di depan Lombok Epicentrum Mall (LEM). Setelah sebelumnya bertemu dengan perwakilan driver pada 27 Oktober 2025, kali ini Dishub menggelar pertemuan lanjutan bersama pihak manajemen Gojek, Minggu (3/11).
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dishub Kota Mataram Lalu Irfan Panca mengatakan, pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari keluhan masyarakat terkait aktivitas parkir driver ojol yang kerap menggunakan trotoar atau pedestrian di depan mall untuk menunggu pesanan makanan.
“Kalau sebelumnya kami sudah dengar langsung aspirasi para driver, kali ini kami ingin mendengar dari pihak manajemen Gojek untuk mencari solusi yang sistematis dan berkelanjutan,” ujar Irfan.
Menurutnya, Dishub berperan sebagai fasilitator agar kepentingan publik dan dunia usaha bisa berjalan seimbang. Pemerintah menegaskan trotoar harus tetap difungsikan untuk pejalan kaki, namun juga perlu memberi ruang bagi pekerja transportasi daring agar bisa beraktivitas secara tertib.
Fokus Bahasan: Penataan Parkir Pick Up Makanan
Masalah utama terletak pada aktivitas pengambilan pesanan makanan (pick up) di area mall. Banyak driver enggan masuk ke parkir resmi karena tarif yang dianggap memberatkan, sementara ongkos pengantaran makanan rata-rata hanya Rp 8.000 per pesanan.
“Untuk drop penumpang tidak masalah, tapi untuk ambil makanan mereka harus menunggu. Karena itu banyak yang memilih berhenti di trotoar, dan ini menimbulkan gangguan bagi pengguna jalan lain,” jelas Irfan.
Langkah Lanjutan
Dishub berencana memanggil pengelola LEM dan pengelola parkir guna membahas penataan zona parkir khusus bagi driver ojol, agar tidak mengganggu pejalan kaki dan arus lalu lintas.
“Pemerintah hadir untuk menata, bukan membatasi. Kami ingin LEM tetap nyaman bagi pengunjung, sekaligus menjadi ruang kerja yang tertib bagi para driver,” tegasnya.
Komitmen dari Gojek
Perwakilan manajemen Gojek, Rony, mengapresiasi langkah cepat Dishub dalam menangani persoalan ini. Ia mengusulkan agar disediakan area parkir khusus di sisi utara LEM dengan tarif lebih ringan dari parkir umum.
“Kami juga akan mengomunikasikan ke manajemen pusat agar biaya parkir bisa diintegrasikan dalam sistem aplikasi, sehingga tidak membebani mitra driver,” ujarnya.
Dishub berharap hasil pertemuan ini dapat menjadi dasar bagi penataan yang lebih tertib dan berkeadilan bagi seluruh pihak.


















