inbestigasiindonesia.com — Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menunjukkan tajinya sebagai daerah pelopor reformasi birokrasi berbasis inovasi. Pada ajang Innovative Government Award (IGA) 2025 yang digelar Kementerian Dalam Negeri RI, NTB sukses menembus jajaran delapan besar provinsi paling inovatif nasional, bersanding dengan daerah maju seperti Bali, DKI Jakarta, dan Jawa Tengah.
Namun lebih dari sekadar capaian prestasi, keberhasilan ini diakui sebagai bukti perubahan mendasar dalam kultur pemerintahan NTB—dari pola kerja administratif menuju budaya birokrasi modern yang progresif, responsif, dan berbasis riset.
Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, hadir memaparkan sejumlah terobosan daerah pada sesi presentasi daring yang diikuti delapan kepala daerah terpilih. Ia menekankan bahwa inovasi yang dibangun NTB bukan hanya berupa aplikasi, tetapi perubahan perilaku organisasi dan cara kerja aparatur.
“Kami membangun ekosistem inovasi yang hidup, bukan sekadar program temporer. Aparatur didorong berani bereksperimen, kolaboratif, dan berpikir berbasis data. Ini bukan proyek satu periode, tapi budaya baru pemerintahan,” tegas Gubernur Iqbal.
Ajang prestisius tersebut dibuka oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, yang menegaskan bahwa transformasi birokrasi harus bersifat jangka panjang dan mampu melampaui pergantian kepemimpinan.
“Inovasi bukan hanya aplikasi atau digitalisasi. Ia adalah budaya yang berkelanjutan dan harus melekat dalam DNA birokrasi,” ujar Bima Arya dalam arahannya.
Dengan torehan ini, NTB semakin mempertegas posisinya sebagai daerah yang tidak sekadar membangun infrastruktur dan layanan publik, tetapi juga mengembangkan pola pikir pemerintahan masa depan—adaptif, ilmiah, dan berintegritas.
Prestasi ini menjadi bahan bakar semangat NTB untuk terus merumuskan program inovasi nyata yang menyentuh masyarakat, termasuk dalam tata kelola pelayanan publik, pengentasan kemiskinan, pemberdayaan UMKM, dan penguatan ekonomi hijau.


















