investigasiindonesia.com – Fakultas Ilmu Humaniora, Hukum, dan Pariwisata Universitas Bumi Gora (UBG) Mataram bekerja sama dengan BASA NTB Yayasan Youth Ecco Indonesia menggelar kuliah umum bertajuk “Penulisan Kritis dalam Peningkatan Peran Pemuda dalam Pencegahan Perkawinan Anak”, Selasa (4/11).
Kegiatan ini menghadirkan Koordinator BASA NTB, Walissa Tanaya Pramanasari sebagai narasumber utama dan diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai program studi.
Dekan Fakultas Ilmu Humaniora, Hukum, dan Pariwisata Titik Ceriyani Miswaty menjelaskan, kuliah umum ini merupakan bagian dari program Kampus Berdampak yang bertujuan meningkatkan kualitas akademik sekaligus pengalaman praktis mahasiswa.
“Mahasiswa belajar langsung dari praktisi yang bersentuhan dengan isu sosial seperti pencegahan perkawinan anak,” ujar Titik.
Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga diisi dengan sesi praktik menulis. Mahasiswa dilatih menyusun argumen berbasis data dan fakta lapangan agar mampu menghasilkan opini yang tajam dan berbobot.
“Isu perkawinan anak di NTB masih menjadi perhatian serius. Angkanya mencapai sekitar 17 persen dari total anak di Bumi Gora. Dampaknya kompleks, mulai dari risiko kesehatan seperti stunting akibat ketidaksiapan reproduksi hingga persoalan sosial dan ekonomi keluarga muda,” tambahnya.
Sementara itu, Koordinator BASA NTB Walissa Tanaya Pramanasari mengapresiasi antusiasme mahasiswa UBG yang aktif berdiskusi selama kegiatan.
“Kami senang melihat semangat mahasiswa. Mereka tidak hanya mendengarkan, tapi juga berargumen dan memberikan pandangan kritis terhadap isu sosial ini,” ujarnya.
Walissa menjelaskan, BASA NTB selama ini aktif dalam bidang literasi, pelestarian budaya dan bahasa daerah, serta partisipasi publik. Melalui kolaborasi seperti ini, pihaknya berupaya menghimpun suara pemuda untuk mendorong kebijakan yang berpihak pada anak dan perempuan.
“Data menunjukkan sekitar 17 persen anak di NTB menikah dini. Ini menjadi perhatian bersama untuk menekan angka tersebut melalui edukasi, literasi, dan keterlibatan aktif generasi muda,” tegasnya.
Kolaborasi UBG dan BASA NTB ini diharapkan dapat memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan sosial sekaligus melahirkan karya tulis kritis yang berkontribusi bagi pembangunan manusia di NTB.


















