banner 728x250
Berita  

Pemprov NTB Dorong Proyek Energi Bersih, PLTS dan PLTB Siap Dibangun 2026

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan keseriusannya dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT). Sejumlah proyek strategis di bidang energi bersih mulai disiapkan untuk direalisasikan pada tahun 2026.

“Tahun depan beberapa proyek energi bersih akan mulai dibahas dan direncanakan untuk segera direalisasikan,” ujar Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB, Samsuddin, Kamis (6/11).

banner 325x300

Tiga Proyek Strategis: PLTS dan PLTB di Lombok, Dompu, dan Bima

Pihak yang menunjukkan komitmen serius adalah PT Berkah Energi Lombok (BEL) yang bekerja sama dengan PT Shine Green Energy Indonesia (SGEI).
Keduanya akan membangun tiga proyek besar:

PLTS berkapasitas 20 MW di Desa Anyar, Kecamatan Bayan, Lombok Utara.

PLTS berkapasitas 50 MW di Kabupaten Dompu dan Bima.

PLTB berkapasitas 2×30 MW di Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat.

Kerja sama tersebut telah dimulai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara investor dan PT BEL, yang disaksikan langsung oleh Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.

“Proyek-proyek ini akan dibangun pada periode 2026–2027, melibatkan kerja sama antara investor, pemerintah daerah, dan PLN,” kata Samsuddin.

Tahapan Kajian Teknis dan Perizinan

Sebelum pembangunan dimulai, investor wajib melakukan kajian teknis dan studi kelayakan (feasibility study) untuk memastikan potensi dan kesiapan lokasi.
PT BEL telah membangun satu menara pengamatan di Sekotong untuk mengukur kecepatan dan arah angin.

“Mereka akan menganalisis kekuatan angin dari musim hujan ke musim kemarau di titik tersebut,” ujarnya.

Selain itu, proyek PLTS juga memerlukan kajian intensif untuk mengukur potensi penyinaran matahari dan kondisi teknis lain. Semua hasil kajian akan menjadi dasar sebelum izin pembangunan dikeluarkan.

Samsuddin menambahkan, sebagian lokasi proyek berada di kawasan hutan, sehingga perusahaan harus mengurus izin ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

NTB Menuju Pusat Energi Bersih Indonesia Timur

Langkah ini, kata Samsuddin, sejalan dengan visi Pemprov NTB untuk menjadikan daerah ini pusat energi baru terbarukan di kawasan Indonesia Timur.
“Kerja sama antara gubernur NTB, Bali, dan NTT memastikan NTB menjadi salah satu simpul utama pemanfaatan EBT yang terhubung ke Bali,” jelasnya.

Selain memperkuat kemandirian energi, proyek ini juga membuka peluang besar bagi NTB untuk terlibat dalam perdagangan karbon (carbon trade).
“Sekarang sudah ada regulasi baru. Bauran energi harus terpenuhi dan PLN wajib membeli listrik dari EBT, sesuai aturan pemerintah,” tegasnya.

Nilai Investasi Menunggu Hasil Studi Kelayakan

Sementara itu, Sekretaris Dinas ESDM NTB, Niken Arumdati, menyampaikan bahwa nilai investasi proyek tersebut belum dapat dipastikan.
“Masih menunggu hasil studi kelayakan dari pihak investor. Saat ini PT BEL baru melaksanakan studi potensi, belum penuh ke tahap FS,” jelasnya.

Pemprov NTB berharap seluruh tahapan dapat berjalan lancar, agar proyek-proyek energi bersih ini dapat terealisasi sesuai target dan mempercepat transisi energi di daerah.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *