Minggu dini hari (5/1) sekitar pukul 02.30 WITA, Kota Mataram kembali dihebohkan oleh ulah geng motor yang mengganggu ketertiban masyarakat. Kali ini, aksi tersebut terjadi di Jalan TGH Faisal, tepat di depan GOR Turida. Kelompok yang disebut-sebut beranggotakan lebih dari 40 orang ini tidak hanya sekadar berkumpul, tetapi juga membawa senjata tajam seperti parang, menyasar warga yang melintas. Seorang warga dilaporkan menjadi korban dari aksi ini.
Polisi Tegaskan Penindakan Serius
Merespons kejadian tersebut, Kabag Ops Polresta Mataram, Kompol I Gede Sumadra Kerthiawan, menegaskan bahwa pihak kepolisian akan bertindak tegas terhadap geng motor yang meresahkan masyarakat. “Kami tidak akan mentolerir perilaku yang melanggar hukum dan mengganggu ketertiban umum. Jika terbukti membawa senjata tajam atau melakukan balap liar, akan langsung kami tindak,” ujarnya pada Kamis (9/1).
Menurutnya, patroli di titik-titik rawan terus dilakukan, khususnya di malam minggu. Beberapa lokasi seperti bundaran Jempong dan kawasan GOR Turida menjadi fokus utama. Polisi juga rutin mengingatkan anak muda yang nongkrong di atas tengah malam untuk segera pulang.
Fenomena “Kalung Roti” dan Identitas Geng Motor
Hal menarik dari aksi di depan GOR Turida adalah adanya beberapa anggota geng motor yang menggunakan “kalung roti” sebagai aksesori. Kabag Ops menjelaskan, aksesori tersebut digunakan sebagai penanda atau identitas komunitas. “Itu cara mereka menunjukkan eksistensi. Tapi, jika aksesorinya diikuti dengan perilaku anarkis, itu yang menjadi masalah,” tambahnya.
Balap Liar Masih Jadi Tren
Selain aksi geng motor, balap liar juga menjadi momok yang terus dihadapi warga Mataram. Kasatpol PP Kota Mataram, Irwan Rahadi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memetakan sejumlah lokasi yang sering digunakan untuk balap liar, seperti GOR Turida, kawasan Kekalik depan SPBU di Jalan Sriwijaya, dan Jalan Adi Sucipto dekat kawasan Udayana.
“Anak-anak ini sering bermain kucing-kucingan dengan petugas. Kami tingkatkan patroli di jam-jam rawan untuk mencegah mereka berkumpul,” jelas Irwan.
Kerja Sama untuk Ketertiban Kota
Aksi geng motor di depan GOR Turida kini menjadi atensi serius pemerintah Kota Mataram. Wali Kota telah memerintahkan patroli lebih intensif di jam rawan untuk memastikan keamanan warga. Tidak hanya dari kepolisian, tetapi juga Satpol PP dilibatkan untuk menjaga kenyamanan masyarakat.
Masih dalam Penyelidikan
Asal anggota geng motor ini masih dalam pendalaman. “Ada kemungkinan mereka berasal dari luar Kota Mataram dan bergabung dengan warga lokal. Kami sedang melakukan mapping untuk mengetahui pola mereka,” ungkap Irwan. Namun, ia menegaskan bahwa berkumpul dalam komunitas motor tidak menjadi masalah selama tidak mengganggu keamanan.
Pesan untuk Warga
Warga Kota Mataram diimbau untuk tetap waspada, terutama saat melintas di area rawan pada malam hari. Jika menemukan aktivitas mencurigakan, warga diminta segera melapor ke pihak berwajib.
“Keamanan kota ini adalah tanggung jawab bersama. Kami tidak ingin ada lagi korban akibat aksi semacam ini,” pungkas Kabag Ops Polresta Mataram.
Tetap waspada, dan mari bersama menjaga keamanan kota tercinta!


















