investigasiindonesia.com — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menegaskan komitmennya untuk mempercepat pengembangan energi terbarukan sebagai bagian dari langkah strategis menuju cita-cita “NTB Hijau 2035.”
Menurut Gubernur Iqbal, NTB memiliki potensi energi bersih yang sangat besar untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
“Kita memiliki 77 bendungan dan lebih dari 400 pulau kecil yang bisa menjadi sumber energi terbarukan. Potensi ini harus dimanfaatkan,” ujarnya dalam sebuah kegiatan di Mataram, Rabu (5/11).
Ia menjelaskan, sumber daya energi terbarukan di NTB meliputi mikrohidro, tenaga surya, dan tenaga angin, yang jika dikelola secara optimal dapat mendukung kemandirian energi daerah sekaligus mengurangi emisi karbon.
“Pengelolaan energi harus dipandang sebagai satu ekosistem terintegrasi yang saling mendukung antara sisi permintaan dan pasokan energi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Gubernur Iqbal menyampaikan bahwa Pemprov NTB siap berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk PLN, investor, dan kalangan akademisi, dalam menyusun peta jalan (roadmap) pengembangan energi hijau di daerah.
“Kolaborasi ini penting untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di NTB,” katanya.
Langkah ini sekaligus menegaskan arah kebijakan pembangunan NTB yang berpihak pada transformasi hijau (green transformation), sejalan dengan komitmen nasional dalam mewujudkan net zero emission pada 2060.


















