investigasiindonesia.com – Warga Pulau Lombok sempat mengeluhkan sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax dalam beberapa hari terakhir. Menanggapi kondisi itu, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus bergerak cepat memastikan kelancaran distribusi energi.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan kendala distribusi disebabkan cuaca ekstrem yang menghambat kapal pengangkut BBM menuju Terminal BBM Ampenan sebagai titik suplai utama Lombok.
Untuk mengatasi hal tersebut, Pertamina mengaktifkan strategi alih suplai dari Terminal BBM Badas dan Terminal BBM Manggis. Sebanyak 320 kiloliter Pertamax dijadwalkan disalurkan melalui jalur alternatif pada 12–15 November.
“Dengan langkah ini, diharapkan kondisi segera membaik dan distribusi kembali normal,” ujarnya.
Pertamina juga memastikan operasional Terminal BBM di Lombok berjalan 24 jam penuh guna menjamin pasokan energi tetap aman. Kapal pengangkut utama diperkirakan baru bisa sandar pada 16 November, menunggu cuaca membaik.
Pertamina mengimbau masyarakat tidak panik dan membeli BBM sesuai kebutuhan, serta melaporkan kendala di SPBU melalui Pertamina Contact Center 135.
Salah satu warga Mataram, Nathea Citra Suri, mengaku beralih sementara ke Pertalite akibat langkanya Pertamax. “Semoga cepat normal lagi, saya biasa pakai Pertamax,” ujarnya.


















