investigasiindonesia.com – Pemerintah Provinsi NTB terus mempercepat pembangunan dan rekonstruksi sejumlah infrastruktur jalan di Pulau Lombok dan Sumbawa sebagai upaya meningkatkan konektivitas antarwilayah, mendukung pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan keselamatan transportasi.
Kepala Dinas PUPR NTB, Sadimin, menyampaikan bahwa berbagai proyek strategis kini sedang dikebut agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
Proyek-Proyek Strategis yang Dibangun
Rekonstruksi Jalan Simpang Tano – Simpang Seteluk (KSB)
Panjang: 3,8 km
Anggaran: Rp32,56 miliar
Progres: 63,36%
Manfaat: Mengatasi banjir akibat drainase buruk di Desa Tambaksari; menjadi jalur vital penghubung dua jalan negara.
Rekonstruksi Tanjung Geres – Pohgading – Pringgabaya (Lombok Timur)
Panjang: 4 km
Anggaran: Rp28 miliar
Progres: 76,14%
Manfaat: Memperpendek waktu tempuh Lembar–Kayangan dan menghubungkan jalur utama provinsi; mendukung kedaulatan pangan, perikanan, dan pariwisata pesisir timur.
Penanganan Long Segment Lenangguar – Lunyuk (Sumbawa)
Fokus: Dua titik tebing rawan longsor di Km 69–71
Anggaran: Rp20,06 miliar
Progres: 20,61%
Ancaman: Jika tidak ditangani, warga Lunyuk harus memutar hingga 6 jam melalui Sumbawa Barat.
Pemeliharaan Berkala Ruas Batu Nyale – Sengkol (Lombok Tengah)
Penyebab kerusakan: Tanah dasar lemah & galian pipa air minum dangkal
Anggaran: Rp3,96 miliar
Progres: 17,61%
Risiko: Potensi kecelakaan meningkat jika tidak segera ditangani.
Inti Pesan
Sadimin menegaskan bahwa percepatan perbaikan jalan adalah komitmen pemerintah untuk menghadirkan perjalanan yang lebih aman, lancar, dan efisien serta mendukung pengembangan wilayah di NTB.


















