KPU Kabupaten Lombok Utara (KLU) akhirnya resmi menetapkan pasangan Najmul Akhyar dan Kusmalahadi Syamsuri sebagai Bupati dan Wakil Bupati terpilih hasil Pilkada 2024. Penetapan ini diumumkan dalam sidang pleno terbuka yang dipimpin langsung oleh Ketua KPU KLU, Nizamudin, di halaman kantor bupati setempat pada Kamis (9/1).
Dengan perolehan 67.323 suara, Najmul-Kusmalahadi berhasil mengungguli dua pesaingnya, pasangan Danny Karter Febrianto-M. Zaki Abdillah yang meraih 49.621 suara, dan Muchsin-Junaidi yang memperoleh 32.071 suara.
Pleno Penetapan: Langkah Awal Menuju Pelantikan
Ketua KPU KLU, Nizamudin, menjelaskan bahwa setelah pleno ini, KPU akan menyerahkan seluruh dokumen terkait ke sekretariat DPRD. Selanjutnya, dokumen tersebut akan diteruskan kepada gubernur untuk memproses administrasi pelantikan.
“Jadwal awal pelantikan serentak sebenarnya pada 10 Februari 2025. Tapi karena ada sengketa Pilkada di Kota Bima, kemungkinan pelantikan diundur hingga Maret. Kita tunggu saja keputusan dari Pemerintah Provinsi NTB,” ungkapnya.
Meski berlangsung dengan khidmat, penetapan ini sedikit kehilangan nuansa kemeriahan karena Bupati terpilih Najmul Akhyar tidak hadir lantaran sedang dalam masa pemulihan. Hanya Kusmalahadi, sang wakil bupati terpilih, yang hadir untuk menyampaikan rasa syukur atas kemenangan tersebut.
Kusmalahadi: “Kini Saatnya Bersatu!”
Dalam sambutannya, Kusmalahadi mengapresiasi kerja keras tim pemenangan, relawan, dan masyarakat KLU yang telah menyukseskan pilkada damai. Ia menegaskan bahwa momen ini bukan lagi soal siapa yang menang atau kalah, melainkan soal kebersamaan untuk membangun KLU yang lebih baik.
“Kini tidak ada lagi nomor 1, 2, atau 3. Tidak ada lagi perbedaan. Semua pihak harus bahu-membahu untuk membawa Lombok Utara menjadi lebih maju dan dikenal, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional,” tegas Kusmalahadi.
Visi Besar untuk KLU
Berbicara tentang visi-misinya, Kusmalahadi menyampaikan komitmen untuk mewujudkan KLU yang lebih progresif, inovatif, dan berdaya saing. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam pembangunan, mengingat keterbatasan anggaran daerah.
“Mimpi kita untuk KLU terlalu besar. Anggaran kita terbatas. Kami ingin semua pihak—termasuk OPD dan masyarakat—berinovasi agar dana dari pusat bisa mengalir lebih banyak ke daerah kita,” katanya dengan penuh semangat.
Harapan untuk 5 Tahun ke Depan
Kusmalahadi optimis bahwa dengan dukungan penuh dari masyarakat, KLU bisa melangkah lebih jauh. Ia berharap keterlibatan masyarakat tak hanya sebatas pemilu, tetapi juga dalam pelaksanaan visi-misi pemerintahan mereka.
“Ini bukan perjalanan kami berdua saja. Kami butuh dukungan semua pihak untuk bersama-sama mewujudkan mimpi besar ini. KLU adalah rumah kita bersama, dan masa depan kabupaten ini ada di tangan kita semua,” tutupnya.
Tanggapan Masyarakat
Meskipun momen penetapan ini kurang dihadiri oleh pihak-pihak yang kalah dalam Pilkada, suasana di media sosial tetap ramai. Banyak yang memberikan ucapan selamat dan harapan besar untuk lima tahun mendatang.
Kini, fokus beralih pada agenda pelantikan dan langkah awal Najmul-Kusmalahadi dalam memimpin KLU menuju masa depan yang lebih cerah. Mari kita tunggu aksi nyata mereka!


















