banner 728x250
Berita  

Bypass P2P Lombok, Gubernur Iqbal Dorong NTB Siap Transportasi Publik Sejak Dini

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menempatkan pembangunan Bypass Port to Port (P2P) Kayangan–Lembar bukan sekadar proyek fisik, melainkan pintu masuk transformasi sistem transportasi dan pariwisata daerah. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan, kesiapan transportasi publik harus dimulai sejak sekarang agar percepatan konektivitas tidak berujung pada kemacetan dan ketimpangan layanan.

Gubernur Iqbal menyampaikan, proyek strategis P2P menjadi prioritas percepatan infrastruktur karena dampaknya yang luas terhadap mobilitas masyarakat, logistik, dan pariwisata NTB. Studi kelayakan proyek tersebut ditargetkan rampung pada akhir tahun ini dan diperkirakan terbit dalam dua pekan ke depan.

banner 325x300

“Tahun depan kita fokus pada Detail Engineering Design (DED), Amdal, dan pembebasan lahan. Konstruksi ditargetkan mulai awal 2027 dan rampung paling lambat 2028, dengan skema pembiayaan yang efisien dan terus dikonsultasikan dengan kementerian terkait,” ujar Iqbal.

Dengan hadirnya jalur baru P2P, waktu tempuh Pelabuhan Lembar–Pelabuhan Kayangan yang selama ini mencapai sekitar enam jam diproyeksikan terpangkas drastis menjadi hanya 1 jam 45 menit hingga dua jam. Menurut Iqbal, efisiensi tersebut akan memicu lonjakan penumpang, mempercepat arus logistik, sekaligus mempermudah pergerakan wisatawan dari Bali menuju Lombok dan Sumbawa.

Namun demikian, Gubernur Iqbal mengingatkan bahwa peningkatan aksesibilitas harus diimbangi kesiapan daerah, khususnya di titik-titik simpul penyeberangan. Ia menyoroti wilayah Pototano, Kabupaten Sumbawa Barat, yang diprediksi akan mengalami peningkatan arus penumpang signifikan mulai 2027.

“Karena akses makin baik, masyarakat Pototano harus mulai berbenah dari sekarang untuk menyambut lonjakan penumpang,” tegasnya.

Lebih jauh, Iqbal menekankan pentingnya pembangunan sistem transportasi publik yang terintegrasi agar pertumbuhan pariwisata NTB tidak menimbulkan persoalan klasik seperti kemacetan. Ia membandingkan kondisi Bali yang menerima sekitar enam juta wisatawan per tahun dan mulai mengalami kepadatan, dengan sejumlah kota dunia yang tetap lancar meski dikunjungi puluhan juta wisatawan.

“Bali tahun ini menerima enam juta wisatawan dan sudah padat. Sementara Istanbul bisa menerima 46 juta wisatawan per tahun dan Wina sekitar 40 juta, tetapi tetap lancar karena transportasi publiknya unggul. Kalau NTB ingin meningkatkan jumlah wisatawan, transportasi publik harus dibangun mulai sekarang,” katanya.

Menutup sambutannya dalam rangka menyambut usia ke-67 Provinsi NTB, Gubernur Iqbal berharap kualitas pelayanan publik terus meningkat, mulai dari pelabuhan dan kapal yang semakin nyaman dan aman, hingga sistem transportasi yang modern, terintegrasi, dan didukung ekosistem penyeberangan yang solid.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR NTB Sadimin menambahkan, selain proyek P2P, Pemprov NTB juga mengerjakan sejumlah proyek infrastruktur lain yang ditargetkan tuntas tahun ini. Proyek tersebut meliputi rehabilitasi irigasi serta perbaikan jalan Tanjung Geres–Pohgading dan Simpang Tano–Seteluk.

“Seluruh proyek itu kami pastikan selesai tahun ini dan bisa diresmikan pada HUT NTB ke-67, 17 Desember 2025. Bahkan kami optimistis tiga paket irigasi bisa diresmikan tepat pada tanggal tersebut,” ujar Sadimin.

Tiga proyek irigasi tersebut masing-masing berlokasi di Maronggek (Lombok Timur), Santong (Lombok Utara), dan Kandindi (Dompu), dengan total anggaran Rp13,5 miliar. Menurut Sadimin, proyek tersebut mendukung ketahanan pangan yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah pusat.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *