investigasiindonesia.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menegaskan komitmennya dalam menata kawasan Kantor Bupati sebagai pusat ruang publik dan pelayanan terpadu melalui pembangunan bertahap yang berkelanjutan. Sejumlah proyek fisik strategis di kawasan Giri Menang dipastikan akan dilanjutkan pada tahun anggaran 2026.
Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), mengatakan sejak awal pembangunan di kawasan Kantor Bupati memang dirancang tidak selesai dalam satu tahun anggaran. Hal ini dilakukan untuk memastikan kualitas pekerjaan sekaligus menyesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah.
Salah satu proyek utama adalah pembangunan alun-alun Kantor Bupati Lombok Barat dengan nilai anggaran sekitar Rp7,1 miliar. Proyek tersebut memiliki masa kerja 120 hari kalender sejak penandatanganan kontrak pada 29 Agustus 2025 dan saat ini masih menyisakan sejumlah pekerjaan.
Meski demikian, LAZ optimistis tahap pertama pembangunan alun-alun dapat dirampungkan sesuai jadwal kontrak yang berakhir pada Desember 2025. Pemerintah daerah menargetkan peresmian alun-alun dilakukan pada April 2026 bertepatan dengan Hari Jadi Lombok Barat.
“Pembangunan alun-alun ini memang kami rancang dua tahap. Tahap pertama fokus pada pembangunan fisik utama, lalu tahap kedua dilanjutkan dengan penataan lapangan,” ujar LAZ.
Pada tahap kedua, lapangan Kantor Bupati akan ditimbun setinggi 70 hingga 80 sentimeter. Langkah ini dilakukan untuk mengatasi persoalan genangan air yang kerap terjadi saat musim hujan. Menurut Bupati, penataan tersebut penting agar kawasan pusat pemerintahan dapat difungsikan secara optimal sebagai ruang publik.
Konsep pembangunan bertahap juga diterapkan pada penataan taman kota. Saat ini, pembangunan Colosseum telah dilaksanakan sebagai bagian dari tahap awal, sementara penataan lanjutan akan masuk dalam tahap kedua pada tahun berikutnya.
Selain itu, pembangunan food court di bagian belakang Kantor Bupati Lombok Barat juga belum rampung seluruhnya. Proyek tersebut baru mencakup pekerjaan tahap pertama dan akan dilanjutkan pada 2026 seiring ketersediaan anggaran.
Di sisi lain, sejumlah proyek di kawasan Gerung dipastikan rampung tahun ini. Revitalisasi Bundaran Giri Menang Square (GMS) ditargetkan selesai sesuai kontrak, dengan pekerjaan tersisa berupa pemasangan paving block di area Plaza GMS. Bahkan, dalam waktu dekat akan dilakukan uji coba pemutar musik dan video di kawasan bundaran tersebut.
“Untuk GMS, progresnya sesuai rencana. Tinggal penyempurnaan di Plaza dan uji coba sistem hiburan,” jelas LAZ.
Bupati juga menyampaikan bahwa berbagai proyek infrastruktur yang selesai pada akhir 2025 akan diresmikan pada awal 2026 sebagai bagian dari refleksi akhir tahun pemerintahan daerah. Proyek tersebut meliputi Dermaga Senggigi, pengelolaan sampah, serta sejumlah infrastruktur pendukung lainnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Barat, Lalu Ratnawi, menegaskan bahwa pembangunan alun-alun sejak awal direncanakan dalam dua tahap. Tahap pertama mencakup pembangunan fisik utama, sementara penimbunan dan penataan lapangan masuk dalam tahap lanjutan.
“Penataan lapangan memang tidak masuk di tahap pertama. Itu sudah direncanakan sejak awal untuk tahap dua,” pungkasnya.


















