investigasiindonesia.com – Rencana pembukaan rute penerbangan langsung Lombok–Australia bukan sekadar menambah pilihan jalur udara, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk menggerakkan roda ekonomi Nusa Tenggara Barat (NTB). Maskapai TransNusa memastikan Lombok akan masuk dalam peta pengembangan penerbangan internasional mereka, menyusul Jakarta, Bali, dan Manado.
Direktur Utama TransNusa, Bayu Sutanto, mengungkapkan bahwa pembukaan rute Lombok–Darwin menjadi tahap awal konektivitas langsung Lombok dengan Australia. Rute ini ditargetkan mulai beroperasi pada akhir Februari atau awal Maret 2026. Selanjutnya, rute Lombok–Perth direncanakan menyusul pada pertengahan tahun, seiring bertambahnya armada pesawat.
“Lombok kami siapkan sebagai basis baru penerbangan internasional. Fokus kami mendatangkan wisatawan mancanegara,” ujar Bayu usai bertemu Gubernur NTB Lalu Muhamad, Jumat (9/1).
Rute Lombok–Darwin akan dilayani menggunakan pesawat Comac C909 berkapasitas 95 penumpang dengan frekuensi awal empat kali sepekan. Jumlah penerbangan tersebut berpeluang ditingkatkan secara bertahap sesuai permintaan pasar.
Pembukaan jalur langsung ini dinilai memberi efek ganda bagi daerah. Selain mempermudah akses wisatawan Australia, penerbangan internasional juga diharapkan mendorong pertumbuhan sektor perhotelan, transportasi, UMKM, hingga industri kreatif di Lombok.
Bayu menilai karakter wisatawan Australia yang cenderung bepergian secara berkelompok dan memiliki durasi liburan singkat menjadi peluang tersendiri. Strategi penetapan harga tiket serta kerja sama dengan agen perjalanan disiapkan untuk menjaga tingkat keterisian pesawat, termasuk pada penerbangan balik.
Di tengah kepadatan Bali sebagai destinasi utama, Lombok dipandang memiliki daya tarik kuat sebagai alternatif. “Karena itu frekuensi penerbangan ke Lombok akan terus kami tambah,” katanya.
Dengan hadirnya rute internasional Lombok–Australia, NTB diharapkan tidak hanya menjadi tujuan wisata, tetapi juga simpul baru pergerakan ekonomi dan pariwisata internasional di kawasan timur Indonesia.


















