investigasiindonesia.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan menjadi salah satu penopang utama kebijakan lima hari sekolah bagi siswa SD dan SMP di Kota Mataram. Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram menegaskan kesiapan program ini sekaligus mengingatkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar benar-benar mematuhi standar menu yang telah ditetapkan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, Emirald Isfihan, menekankan bahwa kualitas asupan gizi siswa tidak boleh dikompromikan, terutama terkait sumber karbohidrat. Ia mengungkapkan masih ditemukan SPPG yang mengganti karbohidrat utama dengan bahan lain yang tidak sesuai rekomendasi.
“Ada SPPG yang tidak memberikan karbohidrat sesuai saran kami, misalnya diganti ubi,” ujarnya, Kamis.
Menurut Emirald, karbohidrat merupakan komponen penting untuk menunjang energi dan konsentrasi belajar siswa, apalagi dengan durasi sekolah yang lebih panjang dalam skema lima hari sekolah. Karena itu, pihaknya akan meningkatkan pengawasan dan pembinaan agar menu MBG tetap sesuai standar gizi seimbang.
Dikes Mataram berharap seluruh pihak terkait dapat menjadikan program MBG bukan sekadar pemenuhan makan gratis, tetapi juga sebagai instrumen peningkatan kualitas kesehatan dan prestasi belajar siswa.


















