investigasiindonesia.com – Penemuan mayat perempuan di pesisir Pantai Teluk Sekedik Pandanan, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara (KLU), Jumat (18/1), langsung direspons cepat oleh aparat kepolisian. Hingga kini, identitas korban dan penyebab kematian masih dalam proses penyelidikan.
Kasatreskrim Polres Lombok Utara, Iptu I Komang Wilandra, mengatakan jenazah ditemukan dalam kondisi tidak utuh dan tanpa identitas. “Bagian tangan kiri korban hilang. Saat ini kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari RS Bhayangkara untuk memastikan penyebab kematian,” ujarnya.
Menurut Wilandra, posisi jenazah ditemukan telungkup di pinggir pantai dan diduga kuat terbawa arus laut. Namun, pihak kepolisian belum dapat memastikan apakah korban merupakan korban tindak pidana. “Kami belum bisa menyimpulkan adanya unsur pembunuhan. Semua masih menunggu hasil otopsi,” katanya.
Kasatpolairud Polres Lombok Utara, AKP I Gusti Made Suarjaya, menambahkan bahwa jenazah pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Maemon Supriadi (36) sekitar pukul 09.15 Wita. Saat itu, saksi tengah berjalan menyusuri pantai sambil merekam pemandangan.
“Dalam rekamannya, saksi melihat tubuh seorang perempuan tergeletak di pesisir pantai. Ia kemudian melaporkan temuan tersebut kepada kepala dusun, yang selanjutnya diteruskan ke pihak kepolisian,” jelas Suarjaya.
Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP), korban ditemukan tanpa busana lengkap, hanya mengenakan celana dalam, kaos kaki putih, serta perhiasan berupa kalung dan gelang di tangan kanan. Jenazah juga tertutup daun kelapa dan berada di sekitar tumpukan sampah botol.
Saat ini, jenazah masih berada di RS Bhayangkara untuk proses otopsi guna mengungkap identitas dan penyebab kematian. Polisi mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga perempuan untuk segera melapor guna membantu proses identifikasi.


















