banner 728x250

Unram Fokus Pemulihan Korban Kasus Pencabulan di Ponpes Loteng

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Tim Badan Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) Universitas Mataram (Unram) tidak hanya fokus pada pendampingan hukum, tetapi juga menaruh perhatian besar pada pemulihan psikologis para santriwati yang menjadi korban dugaan pencabulan oleh oknum pimpinan pondok pesantren di Lombok Tengah (Loteng).

Ketua BKBH Unram, Joko Jumadi, mengatakan bahwa pihaknya telah mendampingi enam santriwati untuk melapor ke Polres Loteng pada Kamis (15/1) lalu. Selain membantu proses hukum, BKBH juga menghadirkan psikolog untuk menangani kondisi mental para korban.

banner 325x300

“Kami tidak hanya mendampingi secara hukum, tetapi juga memberikan pendampingan psikolog agar mereka bisa pulih dari trauma,” ujar Joko, kemarin (18/1).

Saat ini, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan oleh Polres Loteng. Enam santriwati telah diperiksa sebagai saksi pelapor. Menurut Joko, pihaknya belum berkoordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) karena proses masih pada tahap awal. Namun, jika perkara naik ke penyidikan, BKBH akan mengajukan permohonan perlindungan bagi para korban.

Kasus ini terungkap setelah para santriwati mendatangi BKBH Unram dan menceritakan pengalaman mereka. Mereka mengaku menjadi korban kekerasan seksual dengan modus sumpah nyatoq, yakni meminum air yang dicampur tanah dari Makam Nyatoq di Rembitan dan didoakan oleh terlapor sebelum perbuatan dilakukan.

“Sebagian besar mengalami perbuatan cabul, bahkan ada yang sampai disetubuhi,” ungkap Joko.

Selain keterangan korban, muncul pula rekaman suara seorang ustazah yang pernah mengajar di ponpes tersebut dan juga merupakan alumni. Dalam rekaman itu, ustazah mengaku pernah mengalami hal serupa. Rekaman tersebut kini menjadi salah satu barang bukti yang diserahkan ke pihak kepolisian.

Kasatreskrim Polres Loteng, AKP Punguan Hutahean, membenarkan pihaknya telah menerima laporan tersebut. “Ya, sudah kami terima dan saat ini masih dalam proses pendalaman,” katanya.

Ia menambahkan, penyelidik telah meminta klarifikasi dari sejumlah saksi terkait laporan dugaan kekerasan tersebut.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *