investigasiindonesia.com – Sudah tiga hari banjir merendam ratusan rumah warga di Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Hingga Kamis (22/1), meski air mulai berangsur surut, aktivitas warga belum sepenuhnya pulih karena permukiman masih tergenang.
Fokus penanganan kini diarahkan pada keselamatan kelompok rentan, terutama lansia dan anak-anak. Sejumlah warga meminta bantuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mengevakuasi dua orang lansia beserta sepeda motor milik mereka agar dapat keluar dari lokasi terdampak banjir.
Warga yang dievakuasi berada di Perumahan Pepabri, Desa Perampuan. Salah seorang warga, Lale Puspasari, mengatakan dirinya dan keluarganya memilih mengungsi sementara. “Kami ungsikan dulu ke rumah keluarga, besok setelah banjir kita kembali,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa banjir kali ini merupakan yang terparah dibandingkan kejadian sebelumnya. “Ini banjir yang paling besar. Dulu pernah banjir, tapi tidak pernah sebesar ini,” katanya. Meski rumahnya sudah ditinggikan, air tetap masuk dan bahkan sempat lebih tinggi dari hari sebelumnya.
Pemerintah desa bersama relawan menyambangi warga yang mengungsi di Dusun Kerepet. Di wilayah tersebut, ketinggian air dilaporkan mencapai lutut orang dewasa. Banyak warga terpaksa meninggalkan rumah demi keselamatan, terutama anak-anak yang menjadi perhatian utama pihak kecamatan.
Kepala Desa Perampuan, H. Zubaidi, menjelaskan bahwa sekitar 600 warga terdampak banjir. Kiriman air dari wilayah timur memperparah kondisi, menyebabkan sungai meluap dan menggenangi permukiman. “Kami turun langsung bersama Tagana untuk mengecek kondisi warga yang mengungsi, terutama anak-anak. Kami berharap Puskesmas Perampuan segera melakukan pemeriksaan kesehatan di lokasi pengungsian,” ujarnya.
Pemerintah desa dan pihak terkait terus berupaya memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi sambil menunggu kondisi benar-benar aman untuk kembali ke rumah masing-masing.


















