investigasiindonesia.com — Lembaga Pengelola Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (LPTSP) Kota Mataram terus menunjukkan kontribusi nyata dalam memperkuat sektor ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Selama masa kepengurusan 2021–2025, LPTSP telah menyalurkan lebih dari 100 gerobak bagi pedagang kaki lima (PKL), termasuk meja dan kursi untuk pelaku kuliner di kawasan Ampenan. Selain itu, lembaga ini juga aktif dalam program sosial seperti penanganan stunting.
Ketua LPTSP Kota Mataram, Dr. H. Iwan Harsono, SE, M.Ec., mengatakan seluruh program telah dijalankan sesuai tugas dan fungsi berdasarkan SK Wali Kota Mataram. Ia menegaskan keberhasilan program tersebut tidak lepas dari sinergi dengan sejumlah perusahaan melalui skema CSR.
“Terima kasih kepada perusahaan-perusahaan yang telah mempercayakan penyaluran CSR kepada LPTSP. Amanat tersebut kami salurkan langsung kepada masyarakat,” ujarnya.
Salah satu program terbaru adalah penyerahan bantuan berupa 10 rombong atau gerobak PKL, meja, kursi, serta peralatan untuk 32 kios di Pantai Ampenan. Bantuan senilai Rp60 juta itu diserahkan kepada Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, H. Irwan Harimansyah, didampingi Kabid Kemeteorologian I Nengah Dharma Putra, untuk kemudian diterima para PKL.
Penyerahan bantuan dilakukan usai Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana, S.Sos, MH, meresmikan revitalisasi kawasan kuliner di eks Pelabuhan Ampenan. Kawasan tersebut kini dilengkapi 32 kios kuliner, 17 gazebo, serta mini amphitheater sebagai pusat kuliner halal yang mendukung UMKM lokal pesisir.
Konsep kuliner di kawasan ini menonjolkan sajian halal berbasis hasil laut segar seperti cumi bakar, ikan kuah kuning, dan sate kerang. Pemerintah Kota Mataram berharap Ampenan menjadi destinasi wisata kuliner unggulan yang tertata, bersih, dan berdaya saing.
Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, mengapresiasi peran aktif LPTSP dan perusahaan dalam membantu masyarakat melalui CSR. Ia berharap program serupa terus berlanjut agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Kota Mataram.


















