investigasiindonesia.com – Aktivitas industri pengolahan dan lonjakan ekspor menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Triwulan IV-2025. Badan Pusat Statistik (BPS) NTB mencatat ekonomi daerah ini tumbuh 12,49 persen secara tahunan (year-on-year), menandai akselerasi yang sangat kuat dibandingkan periode sebelumnya.
Kepala BPS NTB, Wahyuddin, menjelaskan bahwa pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh kinerja industri pengolahan yang melonjak hingga 137,78 persen (y-on-y). Peningkatan ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas smelter yang mendorong nilai tambah sektor industri.
“Produksi dan pengolahan di smelter memberi kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi NTB. Ini menunjukkan bahwa industrialisasi mulai memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah,” ujar Wahyuddin, Kamis (5/2).
Selain itu, dari sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 103,11 persen (y-on-y). Lonjakan ekspor ini menjadi indikator kuatnya permintaan global terhadap produk-produk unggulan NTB, khususnya hasil olahan industri.
Secara triwulanan (quarter-to-quarter), ekonomi NTB juga tumbuh 3,97 persen pada Triwulan IV-2025 dibandingkan Triwulan III-2025. Pertumbuhan tertinggi dari sisi produksi berasal dari sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh 25,32 persen, sementara dari sisi pengeluaran kembali ditopang oleh ekspor yang melonjak 64,09 persen.
Sementara itu, secara kumulatif sepanjang Triwulan I-2025 hingga Triwulan IV-2025, ekonomi NTB tumbuh 3,22 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (cumulative-to-cumulative). Industri pengolahan tetap menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 76,37 persen, diikuti oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,49 persen.
Tak hanya sektor industri, lapangan usaha jasa keuangan dan asuransi juga mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 28,12 persen (y-on-y), mencerminkan meningkatnya aktivitas ekonomi dan kepercayaan masyarakat terhadap sektor keuangan.
Wahyuddin menegaskan, capaian ini menunjukkan bahwa struktur ekonomi NTB semakin mengarah pada penguatan sektor industri dan ekspor sebagai penopang utama pertumbuhan daerah.


















