Kekerasan seksual di lingkungan kampus menjadi isu serius yang terus menjadi perhatian. Menjawab tantangan ini, Rektor Universitas Mataram (Unram), Bambang Hari Kusumo, M.Agr.St., Ph.D., mengumumkan kebijakan tegas untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi mahasiswa dan dosen.
“Kita sudah buat aturan untuk tidak ada bimbingan di luar jam kantor. Tempat konsultasi juga harus lebih transparan,” tegas Bambang. Kebijakan ini termasuk penyesuaian tata ruang kerja dosen yang kini dibuat lebih terbuka, pemasangan CCTV di area strategis, dan penambahan pencahayaan di malam hari.
Kampus Lebih Terang, Risiko Berkurang
Dalam upaya meningkatkan keamanan, Unram telah memasang banyak lampu di sekitar kampus. Tujuannya adalah mengurangi potensi kejahatan, terutama pada malam hari. “Kita terangkan banyak lampu malam supaya pencegahan,” lanjut Bambang.
Meski langkah ini belum bisa menjamin nol kasus kekerasan seksual, kesadaran civitas akademika menjadi harapan besar. Menurut Bambang, peningkatan kesadaran ini membuat semua pihak lebih berhati-hati dalam bersikap dan berinteraksi.
Dibentuknya PPKS: Garda Terdepan Pencegahan
Untuk mendukung pencegahan kekerasan seksual, Unram telah membentuk Pusat Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS). Unit ini berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan tentang apa saja yang termasuk kekerasan seksual dan bagaimana cara mencegahnya.
“Bisa jadi, dulu mereka tidak tahu apa itu kekerasan seksual. Dengan adanya sosialisasi, mereka baru sadar. Karena itu, edukasi adalah langkah paling penting,” tambahnya.
Pelecehan Tidak Lagi Dianggap Sepele
Bambang juga menekankan bahwa segala bentuk pelecehan, baik verbal maupun non-verbal, tidak akan ditoleransi. Misalnya, gestur seperti melirik dengan maksud tertentu atau bersiul yang membuat orang lain merasa tidak nyaman kini dianggap sebagai tindakan pelecehan.
“Kalau ada tindakan seperti itu, kami akan tindak tegas. Selain itu, sosialisasi terus dilakukan agar hal-hal seperti ini bisa dicegah,” ujarnya.
Mendukung Korban untuk Berani Bicara
Bambang mengimbau mahasiswa yang menjadi korban kekerasan seksual untuk berani melapor. “Kami memiliki tim yang akan menangani setiap laporan dengan serius. Kami berpihak pada korban, itu sudah pasti,” tuturnya.
Kampus juga berkomitmen untuk memberikan sanksi berat kepada pelaku yang terbukti bersalah. Langkah ini, menurut Bambang, penting untuk mengembalikan kepercayaan publik yang sempat terganggu akibat sejumlah kasus sebelumnya.
Langkah Kecil, Dampak Besar
Dengan kebijakan ini, Unram ingin menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman. Harapannya, kampus bukan hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang yang nyaman dan bebas dari rasa takut.
“Kita semua harus berperan. Jika kesadaran meningkat, lingkungan yang aman akan terwujud,” tutup Bambang dengan optimisme.


















