banner 728x250

Ratusan Warga Bertahan di Tengah Genangan, Desa Bangket Parak Menolak Dievakuasi Meski Terendam Banjir Hingga Pinggang

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Di tengah derasnya hujan yang tak kunjung reda, ratusan warga Desa Bangket Parak, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, tetap bertahan di rumah mereka yang terendam banjir selama tiga hari berturut-turut pada 10-12 Februari 2025. Meskipun ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa, warga menolak dievakuasi dan lebih memilih menjaga harta benda mereka.

Kepala BPBD Lombok Tengah, H. Ridwan Ma’ruf, menyebutkan bahwa Desa Bangket Parak menjadi daerah terdampak banjir paling parah dibandingkan dengan wilayah lain, termasuk Desa Kidang, Kecamatan Praya Timur. Sebanyak lebih dari 300 rumah warga terendam air, namun sebagian besar warga enggan meninggalkan tempat tinggal mereka meskipun kondisi semakin sulit.

banner 325x300

Tim evakuasi telah dikerahkan untuk membantu warga mengungsi ke tempat yang lebih aman, namun hanya segelintir yang bersedia meninggalkan rumah. Mayoritas warga memilih untuk tetap bertahan sambil mengamankan kendaraan dan barang berharga mereka dengan cara menggantung sepeda motor agar tidak terendam air.

Di tengah situasi ini, berbagai bantuan mulai disalurkan kepada warga terdampak, termasuk logistik dan kebutuhan dasar seperti makanan instan serta selimut. Petugas kesehatan turut dikerahkan untuk memantau kondisi masyarakat yang masih bertahan di tengah banjir, mengingat risiko penyakit akibat genangan air semakin tinggi.

Menurut laporan BPBD, selain curah hujan yang tinggi, derasnya aliran air yang turun dari bukit menjadi pemicu utama banjir besar ini. Bukit-bukit di sekitar desa yang sebelumnya dipenuhi vegetasi telah banyak berubah menjadi lahan pertanian jagung, memperparah dampak luapan air saat hujan deras melanda.

Seiring dengan berjalannya waktu, air di beberapa titik mulai surut, namun genangan masih menyelimuti sebagian besar wilayah permukiman. Berbagai pihak, baik dari Pemkab Lombok Tengah maupun Pemprov NTB, terus melakukan pemantauan langsung untuk memastikan kondisi warga tetap terkendali.

Meski begitu, upaya penyelamatan dan bantuan yang telah dikerahkan masih menghadapi tantangan besar akibat sikap warga yang enggan meninggalkan rumah mereka. Keputusan mereka untuk bertahan di tengah banjir memunculkan dilema antara keselamatan jiwa dan perlindungan aset pribadi, yang membuat proses evakuasi semakin sulit dilakukan.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *