investigasiindonesia.com – Momen mudik Lebaran tahun ini diprediksi akan diramaikan oleh sekitar 140 juta masyarakat Indonesia yang bersiap pulang ke kampung halaman. Menyambut gelombang besar ini, anggota Komisi V DPR RI Abdul Hadi mengingatkan pemerintah untuk memastikan tidak terjadi lonjakan harga tiket yang memberatkan masyarakat. Sejak awal Ramadan, pihaknya telah aktif berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan guna memantau kesiapan transportasi dan infrastruktur pendukung.
“Kami menekankan agar proses mudik Lebaran tahun ini berjalan lancar dan aman. Komisi V turut memantau serta mengevaluasi kerja pemerintah dalam memastikan arus mudik berjalan optimal,” tegas Abdul Hadi dalam keterangannya kepada media, Kamis (26/3). Politisi PKS asal NTB ini juga menegaskan pentingnya kesiapan infrastruktur, termasuk ruas jalan dan jembatan baru, untuk mendukung kelancaran perjalanan pemudik.
Tak hanya soal infrastruktur, Abdul Hadi juga mengingatkan agar kenaikan harga tiket transportasi—baik bus, kapal laut, kereta api, maupun pesawat—tetap dalam batas wajar. “Kami meminta Kemenhub terus memantau di lapangan. Jika ada kenaikan tarif, jangan sampai tidak terkendali dan membebani masyarakat,” ujarnya.
Di sisi lain, Wakil Ketua DPRD NTB Lalu Wirajaya turut menyoroti pentingnya peran posko terpadu mudik Lebaran. Politisi Gerindra ini mendorong agar posko tidak hanya sekadar simbolis, melainkan benar-benar berfungsi membantu pemudik. “Posko terpadu harus mampu memberikan informasi lengkap, terutama bagi warga yang sudah lama tidak mudik dan mungkin tidak familiar dengan perubahan jalur,” jelas Wirajaya.
Dengan kolaborasi antara pemerintah dan DPR, diharapkan mudik Lebaran tahun ini dapat berlangsung nyaman, aman, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat. Semangat kebersamaan dan kepedulian menjadi kunci agar setiap keluarga bisa berkumpul dengan penuh kebahagiaan di hari yang fitri ini.


















