investigasiindonesia.com – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali mencatat sejarah gemilang sebagai salah satu penyumbang terbesar Pekerja Migran Indonesia (PMI) di kancah global! Sepanjang 2024, sebanyak 31.031 warga NTB mengukir prestasi di 32 negara, menjadikan daerah ini masuk empat besar dengan PMI terbanyak se-Indonesia. Meski angka ini sedikit menurun dibanding 2023 (34.501 orang), semangat NTB tak pernah redup!
Malaysia, Hongkong, Taiwan, Arab Saudi, dan Singapura menjadi lima destinasi favorit. Malaysia memimpin dengan 20.623 PMI, disusul Hongkong (3.301), Taiwan (2.711), Arab Saudi (1.952), dan Singapura (963).** “Kami fokus pada penempatan sektor formal untuk kesejahteraan lebih baik,” tegas Kadisnaker NTB, I Gede Putu Aryadi.
Skill Center Jadi Game Changer!
Pemprov NTB tak main-main! 12.000 job order sektor formal dari perhotelan, kesehatan, hingga sopir telah disiapkan. Namun, tantangan utama terletak pada penguasaan bahasa. “Ini yang kami benahi melalui Skill Center,” ujar Aryadi. Gubernur Lalu Muhamad Iqbal dan Wagub Indah Dhamayanti Putri berkomitmen mencetak PMI berdaya saing tinggi.
“Skill Center akan jadi pusat peningkatan kompetensi, terutama bahasa dan keterampilan teknis,” tandas Dinda, sapaan Wagub NTB. Targetnya? Gaji lebih tinggi dan perlindungan maksimal bagi PMI!
Lonjakan Pekerja Informal, Tapi Ada Ancaman TPPO!
Di sektor informal, terjadi peningkatan signifikan: 6.166 PMI (2024) dari sebelumnya 4.615 (2023) dan 2.469 (2022). Mayoritas lulusan SD bekerja sebagai PRT. Namun, Pemprov tak tinggal diam. Program upskilling digencarkan agar mereka bisa naik kelas!
Tapi, ada kabar miris. 9 warga NTB menjadi korban TPPO di Myanmar. Mereka diiming-imingi gaji besar di bidang online scam, padahal justru disekap dan disiksa. “Mereka sarjana, tapi terjebak modus penipuan,” ungkap Aryadi. Wamen P2MI Christina Aryani pun berpesan: “Waspada tawaran kerja instan! Konsultasi ke BP2MI dulu!”
NTB Bangkit, PMI Makin Berjaya!
Dengan Skill Center dan sinergi Pemprov, masa depan PMI NTB kian cerah. “Kami tak hanya mengejar kuantitas, tapi kualitas dan perlindungan,” tegas Aryadi. Jadi, siap-siap dengar lagi terobosan NTB di panggung global!


















