banner 728x250

Lombok Timur Catat Rekor Produksi Gabah, Petani Wanasaba Panen 7 Ton per Hektar

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Musim panen tahun ini membawa kabar gembira bagi petani di Lombok Timur, terutama di Desa Wanasaba, Kecamatan Wanasaba. Produksi gabah mengalami peningkatan signifikan, dengan rata-rata hasil panen mencapai 7 ton per hektar. Keberhasilan ini dirayakan dalam acara panen raya yang digelar Kelompok Tani Lauk Untas, dihadiri langsung oleh Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, Senin (7/4).

Bupati Warisin mengungkapkan rasa syukur atas capaian ini. Meskipun cuaca ekstrem seperti angin kencang sempat mengganggu beberapa wilayah di Nusa Tenggara Barat, tanaman padi di Wanasaba tetap tumbuh subur dan terhindar dari serangan hama. “Alhamdulillah, tanaman padi di sini sangat bagus. Produktivitas yang mencapai 7 ton per hektar adalah pencapaian yang luar biasa,” ujarnya.

banner 325x300

Menyikapi kekhawatiran petani terkait harga gabah yang seringkali anjlok saat musim panen, Warisin menegaskan bahwa harga gabah di Lombok Timur tetap stabil. Bulog siap menyerap gabah petani dengan harga Rp6.500 per kilogram untuk gabah kering panen. “Tidak ada alasan bagi Bulog untuk menolak. Harga sudah ditetapkan, dan mereka wajib membeli hasil panen petani,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kemandirian pangan nasional. Lombok Timur, sebagai salah satu daerah penyangga pangan, memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan. “Kita tidak boleh terus bergantung pada impor beras. Potensi besar ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memenuhi kebutuhan pangan dari hasil bumi sendiri,” tambah Warisin.

Persoalan klasik seperti kelangkaan pupuk bersubsidi juga mendapat perhatian serius. Bupati memastikan bahwa masalah ini mulai teratasi dan mendorong petani yang masih mengalami kendala untuk segera mendaftarkan data ke Dinas Pertanian. “Dengan masuk dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), penyaluran pupuk bisa lebih tepat sasaran,” jelasnya.

Untuk meningkatkan efisiensi produksi, pemerintah daerah berencana menempatkan Pendamping Lapangan (PL) di setiap desa. Langkah ini diharapkan dapat membantu petani dalam mengoptimalkan proses pertanian. Selain itu, Warisin juga mendorong peningkatan ketersediaan alat dan mesin pertanian (alsintan) guna mengatasi keterbatasan tenaga kerja panen.

“Kita harus berpikir maju dan mencari solusi jangka panjang. Dengan dukungan penuh dari semua pihak, sektor pertanian Lombok Timur akan semakin kuat dan berdaya saing,” pungkasnya.

Keberhasilan petani Wanasaba ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, petani, dan stakeholder terkait mampu menciptakan hasil yang maksimal. Semangat ini diharapkan terus menyebar ke seluruh wilayah Lombok Timur, memperkuat posisinya sebagai lumbung pangan nasional

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *