investigasiindonesia.com – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) membuktikan kemandiriannya dalam penyediaan protein hewani, terutama telur ayam. Selama triwulan pertama tahun ini, produksi telur di NTB tidak hanya mencukupi kebutuhan lokal, tetapi juga menghasilkan surplus yang signifikan. Bahkan, kelebihan produksi ini telah dikirim ke sejumlah daerah lain, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) NTB, Muhammad Riadi, mengungkapkan bahwa produksi telur di NTB saat ini mencapai 49,40 ribu ton, sementara kebutuhan dalam daerah hanya 41,22 ribu ton. Artinya, terdapat surplus sebesar 8,18 ribu ton telur yang siap didistribusikan ke luar daerah.
“Kami sudah mampu memenuhi kebutuhan lokal dan bahkan memasok ke provinsi tetangga. Ini menunjukkan kemandirian NTB dalam produksi pangan,” ujar Riadi dengan bangga.
Tidak hanya telur, NTB juga berhasil mencapai surplus pada komoditas protein hewani lainnya, seperti daging ayam ras. Produksi daging ayam di NTB mencapai 47,95 ribu ton, sedangkan kebutuhan lokal hanya 37,38 ribu ton. Dengan demikian, terdapat kelebihan produksi sebesar 10,57 ribu ton yang dapat disalurkan ke pasar luar daerah.
Sektor peternakan sapi juga menunjukkan hasil yang menggembirakan. NTB memproduksi 11,18 ribu ton daging sapi, sementara kebutuhan dalam provinsi hanya 8,47 ribu ton. Dengan surplus sebesar 2,71 ribu ton, NTB turut berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan protein hewani di daerah lain.
Meski demikian, Riadi mengakui bahwa NTB masih mengalami defisit pada produksi susu, yakni sebesar 72 ribu ton. “Kami terus berupaya meningkatkan produksi susu untuk menutupi kekurangan ini,” jelasnya.
Kemandirian NTB dalam penyediaan protein hewani ini menjadi modal penting dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digalakkan pemerintah daerah. Dengan pasokan yang melimpah, NTB tidak perlu bergantung pada produk pangan dari luar.
Kepala Dinas Kesehatan NTB, Lalu Hamzi Fikri, menambahkan bahwa keberhasilan ini memperkuat ketahanan pangan daerah. “Kami memiliki sumber pangan bergizi tinggi, mulai dari telur, daging, ikan, hingga sayuran. Ini sangat baik untuk kesehatan masyarakat dan kemandirian daerah,” ujarnya.
Pencapaian NTB dalam swasembada protein hewani ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan sektor peternakan berjalan dengan baik. Dengan terus menjaga stabilitas produksi, NTB siap menjadi salah satu penyangga pangan nasional di masa mendatang.


















