banner 728x250

AS dan Iran Siapkan Dialog Nuklir, Upaya Baru Menuju Kedamaian Timur Tengah

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Amerika Serikat (AS) dan Iran dikabarkan akan memulai perundingan tingkat tinggi terkait program nuklir Iran dalam pertemuan yang direncanakan di Oman pada Sabtu (12/4). Pengumuman ini disampaikan mantan Presiden Donald Trump setelah bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih pekan lalu. Dalam pernyataannya, Trump menekankan pentingnya mencapai kesepakatan untuk mencegah eskalasi ketegangan. “Kami berharap dialog ini membawa solusi yang menguntungkan semua pihak. Stabilitas kawasan adalah prioritas,” ujarnya, dikutip dari AFP.

Netanyahu, yang hadir dalam pertemuan tersebut, menyambut langkah diplomasi ini sebagai momentum penting. Meski sebelumnya kerap menyuarakan kekhawatiran atas perkembangan program nuklir Iran, ia mengapresiasi upaya AS untuk membuka ruang dialog. “Kami mendukung setiap inisiatif yang bertujuan mencegah proliferasi senjata nuklir,” tegasnya. Iran, di sisi lain, kembali menegaskan bahwa program nuklirnya hanya ditujukan untuk kepentingan sipil, seperti disampaikan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi melalui platform media sosial.

banner 325x300

Menurut sumber diplomatik yang dirilis The Guardian, pertemuan di Oman akan melibatkan perwakilan tidak langsung dari kedua negara. Steve Witkoff, utusan AS untuk Timur Tengah, disebut akan menjadi mediator dalam diskusi ini. Langkah ini dinilai sebagai terobosan mengingat AS dan Iran tidak memiliki hubungan diplomatik resmi sejak 1980. Meski demikian, optimisme tetap mengemuka, terutama setelah kedua belah pihak sepakat untuk menghindari retorika konfrontatif.

Di tengah persiapan dialog, Netanyahu juga mengungkapkan kolaborasi baru antara Israel dan AS untuk membebaskan warga yang masih disandera di Gaza. “Kami sedang merancang mekanisme yang lebih efektif untuk memastikan keselamatan sandera tanpa memperpanjang konflik,” jelasnya. Gagasan ini mendapat dukungan dari Trump, yang sebelumnya mengusulkan penyelesaian krisis Gaza melalui pendekatan multilateral.

Sejumlah pengamat internasional menyebut langkah AS dan Iran kembali ke meja perundingan sebagai sinyal positif untuk meredakan ketegangan yang sempat memuncak pasca-penarikan AS dari Perjanjian Nuklir 2015 (JCPOA). Meski belum ada kepastian hasil, upaya ini diharapkan menjadi fondasi bagi diplomasi jangka panjang. “Dialog adalah satu-satunya jalan untuk membangun kepercayaan,” ujar seorang diplomat Eropa yang enggan disebut namanya.

Pertemuan di Oman akan menjadi ujian bagi komitmen kedua negara dalam mencari titik temu. Masyarakat global pun menanti apakah langkah kecil ini mampu membuka pintu bagi perdamaian yang lebih luas di Timur Tengah.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *