investigasiindonesia.com – Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Tengah didorong untuk memperluas distribusi alat dan mesin pertanian (alsintan) modern guna mendukung petani menghadapi musim panen raya. Anggota DPRD Lombok Tengah dari Fraksi PKB, Umar Tarip, menyampaikan pentingnya peningkatan mekanisasi pertanian guna mengoptimalkan hasil panen, terutama di Kecamatan Praya Timur dan Pujut.
Umar menjelaskan, meskipun pemda sebelumnya telah menyalurkan sejumlah combine harvester berukuran besar ke berbagai kecamatan, kebutuhan akan alat pertanian modern masih tinggi. “Khususnya di Praya Timur, banyak petani menghadapi kendala saat panen raya karena kurangnya alat dan tenaga kerja,” ujarnya.
Ia menekankan, efisiensi panen dapat ditingkatkan dengan bantuan alsintan, seperti combine harvester besar, yang mampu memangkas waktu panen dari 2-3 hari per hektare menjadi hanya 3-4 jam. Selain itu, alat ini juga mengurangi kehilangan hasil panen hingga 3-5% dibanding metode manual.
“Kami berharap pemda mengalokasikan anggaran lebih besar untuk bantuan alsintan tahun ini. Dengan dukungan teknologi, petani bisa bekerja lebih cepat, hasil panen lebih bersih, dan produktivitas meningkat,” tambah Umar.
Langkah ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani di Lombok Tengah. Optimisme terlihat dari potensi panen besar pascalebaran, di mana mekanisasi pertanian diharapkan menjadi solusi tepat untuk mencapai swasembada pangan berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan petani memiliki akses memadai ke alsintan. Dengan dukungan ini, produksi padi akan lebih optimal, dan kualitas gabah lebih terjaga,” pungkasnya.
Dengan percepatan mekanisasi, Lombok Tengah siap menjadi contoh keberhasilan modernisasi pertanian yang berdampak positif bagi petani dan ketahanan pangan Indonesia.


















