investigasiindonesia.com – Kabar gembira bagi para guru di Indonesia! Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mencatat lonjakan signifikan dalam penyaluran tunjangan profesi guru langsung ke rekening. Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Dirjen GTKPG) Nunuk Suryani mengungkapkan, realisasi penyaluran triwulan I-2025 telah melampaui target awal, mencapai 587.905 guru atau sekitar 40% dari total sasaran 1.476.964 guru.
Awalnya, target triwulan I hanya 200.000 guru. Namun, berkat kolaborasi antara guru, pemerintah daerah, dan sistem yang diperbarui, angka tersebut melesat hampir tiga kali lipat. Nunuk menyebut, keberhasilan ini dipengaruhi oleh tiga faktor utama: pemutakhiran data Dapodik oleh guru, verifikasi rekening melalui Info GTK, serta respons cepat pemda dalam menerbitkan Surat Keterangan Tunjangan Profesi (SKTP).
Daerah dengan Penyaluran Tertinggi
Beberapa daerah mencatatkan capaian mengesankan. Kabupaten Karangasem (Bali) memimpin dengan realisasi 93%, disusul Papua Selatan (92%), Kota Bengkulu (91%), Kota Magelang (88%), dan Bengkulu Selatan (85%). Tak hanya guru ASN, 146.608 guru non-ASN (37%) juga telah menerima tunjangan, termasuk 71.166 guru yang mendapat Rp2 juta per bulan sesuai janji Presiden Prabowo Subianto pada Hari Guru Nasional 2024.
Dampak Langsung bagi Guru
Kebijakan ini langsung dirasakan manfaatnya. Indartha Meiputra, guru SDN Karanganyar Pasuruan, menyebut sistem baru ini lebih transparan dan mempercepat penerimaan hak. Senada dengan Ragil Dimas Pamungkas, guru SMP Ricci 1 Jakarta, yang mengapresiasi proses yang kini lebih efisien. “Dulu tunjangan bisa terlambat hingga pertengahan tahun, sekarang lebih cepat,” ujarnya.
Guru non-ASN seperti Widuri Dea Sari dari SDN 111 Palembang juga merasakan kemudahan. “Transfer langsung memotivasi kami untuk terus memberikan yang terbaik bagi murid,” tuturnya.
Pentingnya Sinergi Berkelanjutan
Kemendikbudristek terus mendorong pemda dan guru untuk memastikan data tetap akurat. Guru diimbau aktif memperbarui Dapodik dan memverifikasi rekening, sementara pemda diminta mempercepat proses SKTP. Nunuk menegaskan, langkah ini adalah bukti komitmen pemerintah meningkatkan kesejahteraan guru sekaligus kualitas pendidikan.
Dengan tren positif ini, diharapkan penyaluran tunjangan akan semakin lancar, tepat waktu, dan berdampak luas bagi kemajuan pendidikan Indonesia.


















