investigasiindonesia.com – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Mataram berhasil mengamankan 41 orang dalam operasi penertiban peredaran narkoba di Lingkungan Karang Bagu, Cakranegara, Mataram, Kamis malam (10/4). Operasi ini menjadi sorotan publik setelah terungkap bahwa sebagian dari mereka yang diamankan adalah pengguna aktif sabu, termasuk beberapa pelajar.
Kasatresnarkoba Polresta Mataram, AKP I Gusti Ngurah Suputra, menjelaskan bahwa operasi ini dilakukan setelah mendapat informasi tentang aktivitas transaksi narkoba di wilayah tersebut. “Mereka yang kami amankan adalah pengguna yang sedang berusaha membeli sabu,” ujarnya saat dikonfirmasi Jumat (11/4).
Setelah dilakukan tes urine terhadap seluruh yang diamankan, hasilnya mengejutkan: 26 orang dinyatakan positif mengonsumsi sabu. “Ini bukti bahwa peredaran narkoba masih menjadi ancaman serius, bahkan menjangkiti kalangan pelajar,” tegas Suputra.
Polisi segera berkoordinasi dengan keluarga para pelajar yang terlibat. “Kami meminta dukungan orang tua untuk lebih ketat mengawasi anak-anak mereka agar tidak terjerumus lebih jauh,” lanjutnya.
Menyikapi hal ini, pihak kepolisian mengusulkan rehabilitasi bagi yang positif melalui Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mataram. “Rehabilitasi adalah langkah terbaik untuk pemulihan. Kami juga terus mengingatkan mereka agar tidak mengulangi kesalahan,” tambah Suputra.
Karang Bagu sendiri dikenal sebagai salah satu zona rawan peredaran narkoba di Mataram. Oleh karena itu, polisi akan terus memperketat pengawasan dan melakukan tindakan pencegahan. “Kami tidak akan toleransi terhadap aktivitas narkoba. Jika ada indikasi penjualan, kami akan langsung bertindak,” tegasnya.
Meski tidak menemukan sabu dalam operasi tersebut, polisi menyita sejumlah uang tunai yang diduga akan digunakan untuk transaksi. “Ada yang membawa Rp150 ribu hingga Rp300 ribu, kemungkinan untuk pembelian sabu,” jelas Suputra.
Saat ini, penyidik masih mengembangkan kasus ini dengan memeriksa riwayat komunikasi digital para tersangka. “Kami telusuri percakapan dan transaksi melalui handphone untuk mengungkap jaringan yang lebih besar,” pungkasnya.
Operasi ini menjadi bukti keseriusan Polresta Mataram dalam memerangi narkoba. Masyarakat diharapkan turut serta mendukung upaya pencegahan dengan melaporkan aktivitas mencurigakan terkait narkotika.


















