Kondisi kesejahteraan tenaga kesehatan di Kota Mataram kembali menjadi sorotan. Gaji minim, hanya sekitar Rp 700 ribu per bulan, yang diterima oleh tenaga kesehatan di 11 puskesmas di Kota Mataram mendapat kritik keras dari anggota DPRD Kota Mataram, khususnya Fraksi Gerindra.
H. Muhtar, anggota Fraksi Gerindra, mengungkapkan keprihatinannya atas situasi ini. Menurutnya, kesejahteraan tenaga kesehatan seharusnya menjadi prioritas, mengingat mereka berada di garis depan pelayanan kesehatan masyarakat. “Bagaimana mereka bisa bekerja maksimal jika kesejahteraannya diabaikan? Ini sangat ironis,” ujar Muhtar kepada Radar Lombok pada Senin (25/11).
Selain masalah kesejahteraan, Muhtar juga menyoroti keluhan masyarakat terkait pelayanan puskesmas yang dinilai masih belum memadai, terutama di Unit Gawat Darurat (IGD). Masyarakat mengeluhkan kurangnya kompetensi tenaga medis yang bertugas di malam hari, yang membuat banyak warga lebih memilih langsung ke IGD RSUD Kota Mataram.
“Pelayanan di tingkat dasar harus segera diperbaiki. Jangan sampai krisis kepercayaan masyarakat terhadap puskesmas semakin meluas,” tambahnya.
Kritik atas Pelayanan Puskesmas
Keluhan lain yang mencuat adalah minimnya tenaga medis kompeten di puskesmas, khususnya pada jam-jam krusial. Hal ini menciptakan ketimpangan pelayanan antara puskesmas dan RSUD Kota Mataram. Padahal, puskesmas seharusnya menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat.
“Kami berharap Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram segera mengambil langkah konkret untuk meningkatkan kualitas pelayanan di puskesmas. Jangan sampai masyarakat terus kehilangan kepercayaan,” tegas Muhtar.
Solusi yang Diharapkan
Muhtar mendesak Dikes Kota Mataram untuk memberikan perhatian serius terhadap kesejahteraan tenaga kesehatan dan mutu pelayanan puskesmas. Ia menyarankan adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem penggajian dan penempatan tenaga medis agar lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Kesejahteraan tenaga kesehatan harus ditingkatkan. Jika mereka dihargai dengan layak, maka kualitas pelayanan pasti akan meningkat,” katanya.
Harapan Masyarakat
Warga Kota Mataram berharap pemerintah kota tidak menutup mata terhadap kondisi ini. Selain soal kesejahteraan, warga juga meminta Dikes Kota Mataram untuk memberikan pelatihan dan peningkatan kompetensi bagi tenaga medis di puskesmas, khususnya di IGD.
“Dinas Kesehatan harus memastikan tenaga medis yang bertugas memiliki kemampuan yang mumpuni, terutama saat menghadapi kondisi darurat di malam hari,” ujar seorang warga.
Langkah Dinas Kesehatan
Hingga berita ini diturunkan, Dikes Kota Mataram belum memberikan tanggapan resmi terkait langkah-langkah yang akan diambil untuk menyelesaikan permasalahan ini. Namun, harapan besar tertuju pada komitmen pemerintah daerah untuk segera memperbaiki kondisi tenaga kesehatan demi pelayanan yang lebih baik.
Dengan semakin meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, pemerintah diharapkan segera bertindak untuk memperbaiki sistem yang ada. Tenaga kesehatan yang sejahtera adalah kunci utama dalam memberikan layanan terbaik bagi masyarakat Kota Mataram.


















