investigasiindonesia.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur mengambil langkah strategis dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk mengoptimalkan pendapatan dari sektor pertambangan. Inisiatif ini digadang-gadang menjadi game changer bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang selama ini belum tergarap maksimal.
Wakil Bupati Lombok Timur, H. Edwin Hadiwijaya, menegaskan bahwa Satgas ini bukan sekadar operasi penertiban, tetapi lebih pada pendekatan kolaboratif. “Kami ingin memastikan semua pihak, mulai dari penambang hingga masyarakat, merasakan manfaatnya tanpa menimbulkan gesekan,” ujarnya.
Satgas yang melibatkan Bapenda, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan ini akan fokus pada pendataan, perizinan, serta sosialisasi kepatuhan pajak. Yang menarik, Edwin menekankan pentingnya etika petugas di lapangan. “Sopan santun adalah kunci. Meski ada unsur pemaksa dalam pajak, kami ingin proses ini berjalan dengan kelembutan, bukan kekerasan,” tegasnya.
Tak hanya itu, Pemkab juga menyiapkan mekanisme pengaduan cepat untuk menampung aspirasi lapangan. “Dalam tiga hari ke depan, kami akan evaluasi semua tantangan dan menyusun solusi real-time,” tambah Edwin.
Upaya ini diharapkan mampu menekan kebocoran PAD sekaligus membawa tambang ilegal ke jalur legal. Meski diakui Edwin, tantangan terbesar adalah membangun kesadaran para penambang. “Kedepan, data akurat akan jadi dasar pembinaan. Kami ingin mereka aktif menghitung pajak sendiri sebagai bentuk tanggung jawab,” pungkasnya.
Dengan pendekatan humanis dan transparansi ini, Lombok Timur berpotensi menjadi contoh pengelolaan tambang berkelanjutan yang mengedepankan harmoni sosial.


















