investigasiindonesia.com – Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mencatatkan sejarah baru sepanjang 2024 dengan pertumbuhan pengunjung yang fantastis. Data terbaru menunjukkan kenaikan mencapai 34,65% dibanding tahun sebelumnya, mendorong Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) melesat hingga 53,46%. Pencapaian ini menjadi bukti nyata kebangkitan pariwisata NTB pasca-pandemi.
Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Dr. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si, menyambut positif lonjakan ini sambil menegaskan pentingnya peningkatan kualitas layanan. “Kami akan evaluasi menyeluruh, mulai dari kapasitas jalur pendakian hingga fasilitas pendukung, agar pengalaman wisatawan tetap optimal meski jumlah pengunjung bertambah,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Pengelolaan Wisata Alam Rinjani di Kantor Balai TNGR.
Gita Ariadi menekankan, peningkatan PNBP harus berdampak langsung pada pengembangan destinasi. “Dana ini akan dialokasikan untuk perbaikan sarana pendakian, aksesibilitas, dan konektivitas menuju Rinjani. Target kami, dalam beberapa tahun ke depan, Rinjani tidak hanya ramai, tetapi juga nyaman dan berkelas internasional,” tegasnya.
Kolaborasi Kunci Menjaga Kelestarian
Kepala Balai TNGR, Yarman, mengungkapkan bahwa pihaknya tetap mempertahankan kuota pendakian maksimal 700 orang per hari demi menjaga keberlanjutan ekosistem. “Kami tidak ingin mengejar jumlah pengunjung dengan mengorbankan kenyamanan dan keamanan. Kajian teknis seperti ketersediaan air dan daya dukung lingkungan menjadi prioritas,” jelasnya.
Yarman juga mengingatkan pentingnya pengawasan ketat terhadap sistem pemesanan tiket untuk mencegah praktik calo atau penjualan ilegal. “Kami bekerja sama dengan pemerintah daerah dan komunitas lokal untuk memastikan tiket didistribusikan secara adil dan transparan,” tambahnya.
Dukungan Masyarakat Lokal Jadi Tulang Punggung Sukses
Salah satu faktor pendorong kesuksesan Rinjani adalah peran aktif masyarakat sekitar. Mulai dari porter, pemandu wisata, hingga homestay turut berkontribusi menciptakan kesan positif bagi wisatawan. “Kami terus mendorong pelaku usaha untuk menjaga keramahan dan standar layanan. Rinjani bukan sekadar gunung, tapi juga cerita tentang keramahan warga NTB,” kata Gita Ariadi.
Antusiasme wisatawan mancanegara juga meningkat signifikan, terutama dari Eropa dan Asia Tenggara. Pemerintah Provinsi NTB berencana memperluas promosi ke pasar baru sambil memastikan infrastruktur pendukung siap menghadapi lonjakan minat.
Optimisme Menuju Destinasi Kelas Dunia
Dengan langkah strategis ini, Rinjani diproyeksikan menjadi salah satu destinasi pendakian terbaik di Asia. “Kami ingin Rinjani tidak hanya dikenal karena keindahannya, tapi juga tata kelola yang profesional dan berkelanjutan,” pungkas Yarman.
Pencapaian ini sekaligus menjadi momentum bagi NTB untuk memperkuat posisinya sebagai episentrum wisata alam Indonesia. Semua pihak berkomitmen menjadikan Rinjani contoh sukses pariwisata yang mengedepankan keseimbangan antara ekonomi, ekologi, dan budaya lokal


















