investigasiindonesia.com – Industri perhotelan di Nusa Tenggara Barat (NTB) sedang menghadapi ujian besar pasca-penerapan kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat. Meski tantangan terasa berat, pelaku industri tidak tinggal diam. Ketua PHRI NTB, Ni Ketut Wolini, menyatakan kesiapan sektor perhotelan untuk beradaptasi dan mencari terobosan baru, termasuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah guna memulihkan geliat pariwisata.
Data terbaru menunjukkan penurunan signifikan tingkat hunian hotel, dari kisaran 60-70% pada tahun sebelumnya menjadi hanya 20% dalam beberapa bulan terakhir. Kebijakan pembatasan kegiatan MICE (Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions) disebut sebagai salah satu pemicunya. Namun, Wolini menegaskan bahwa pelaku industri tidak menyerah. “Kami sedang menyusun strategi jangka pendek dan panjang, termasuk audiensi dengan Gubernur NTB untuk membahas solusi konkret,” ujarnya.
Momen libur Lebaran sempat memberikan angin segar dengan lonjakan okupansi hingga 70%, tetapi efeknya tidak bertahan lama. Menyikapi hal ini, PHRI NTB berencana menggelar rapat darurat anggota untuk mengevaluasi opsi terbaik, mulai dari efisiensi operasional hingga skema perlindungan tenaga kerja. “PHK adalah opsi terakhir. Prioritas kami adalah menjaga keberlangsungan bisnis dan kesejahteraan karyawan,” tambah Wolini.
Kolaborasi dengan pemangku kepentingan lokal menjadi kunci. PHRI berharap pemerintah daerah dapat merancang program stimulan, seperti festival pariwisata atau kemitraan dengan sektor kreatif, untuk menarik minat wisatawan domestik. “NTB punya segudang potensi, dari Lombok hingga Sumbawa. Ini saatnya kita bersinergi,” tegas Wolini.
Respons positif juga datang dari kalangan akademisi dan pelaku usaha kreatif yang siap mendukung melalui paket wisata berbasis budaya dan alam. Optimisme tetap mengemuka: tantangan ini justru bisa menjadi momentum untuk transformasi industri perhotelan NTB menuju model yang lebih berkelanjutan dan inovatif.
“Kami yakin, dengan semangat gotong royong, NTB akan kembali menjadi destinasi unggulan,” pungkas Wolini penuh keyakinan.


















