investigasiindonesia.com – Komisi IV DPRD NTB menyoroti rendahnya utilisasi smelter baru PT Amman Mineral Internasional di Batu Hijau, Sumbawa Barat, yang baru mencapai 30% dari total kapasitas. Kunjungan kerja yang dilakukan pada 14 April 2025 mengungkap fakta bahwa fasilitas pengolahan hasil tambang berkapasitas 1 juta ton per tahun itu masih beroperasi di kisaran 300 ribu ton.
Ketua Komisi IV DPRD NTB, Hamdan Kasim, mengapresiasi keberadaan smelter modern tersebut namun menekankan perlunya peningkatan produksi. “Dari kapasitas 1 juta ton dengan potensi 18 ton emas per tahun, realisasinya masih sekitar 30%. Kami mendorong percepatan optimalisasi, termasuk penyediaan energi yang memadai,” ujarnya saat berbincang dengan Lombok Post (15/4).
Politisi Golkar ini menegaskan, pemanfaatan maksimal smelter tidak hanya meningkatkan kontribusi bagi daerah, tetapi juga membuka lapangan kerja lebih luas. Di sisi lain, ia mengingatkan pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan. “Carbon capture harus difungsikan optimal untuk mengurangi emisi. Limbah cair seperti sianida dan merkuri juga wajib dikelola ketat agar tidak mencemari ekosistem sekitar,” tegas Hamdan.
Kolaborasi dengan Komisi V: Pantau TKA dan Kesejahteraan Pekerja
Kunjungan tersebut turut melibatkan Komisi V DPRD NTB yang fokus memantau serapan tenaga kerja asing (TKA) dan kondisi karyawan lokal. Sekretaris Komisi V, Sitti Ari, membantah isu over-reliansi pada TKA. “Data menunjukkan jumlah tenaga asing masih wajar dan mayoritas di posisi spesialis. Sedangkan pekerja lokal mendominasi level operasional,” jelas politisi PPP itu.
Ari menambahkan, proyek smelter yang telah rampung diperkirakan akan mengurangi kebutuhan tenaga kerja dari sebelumnya 3.000 orang. Namun, pihaknya mendorong perusahaan memperkuat program CSR di bidang pendidikan. “Beasiswa untuk masyarakat sekitar bisa menjadi investasi jangka panjang meningkatkan SDM lokal,” pungkasnya.
Catatan hasil kunjungan akan segera diserahkan ke Pemprov NTB sebagai bahan evaluasi kebijakan. DPRD berharap kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dapat menciptakan sinergi yang berkeadilan dan ramah lingkungan.
Optimisme di Balik Tantangan
Kritik konstruktif dari DPRD NTB ini justru membuka ruang dialog positif. PT Amman Mineral mendapat apresiasi atas transparansi data dan kesediaannya menerima masukan. Langkah perbaikan yang diusulkan, seperti efisiensi energi dan penguatan CSR, dinilai sebagai win-win solution bagi kemajuan industri pertambangan berkelanjutan di NTB.
Dengan pengawasan ketat dan komitmen bersama, smelter ini berpotensi menjadi benchmark pengelolaan tambang yang mengedepankan nilai tambah bagi daerah serta keseimbangan ekologis. Masyarakat Sumbawa Barat pun menantikan realisasi janji perusahaan untuk berkontribusi lebih besar bagi kesejahteraan wilayah.


















