banner 728x250

NTB Beli Panen Jagung 1 Juta Ton, Gudang Penuh, Petani Dapat Edukasi, Bulog Siap Serbu Pasar!

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sedang bersiap menyambut gelombang panen jagung terbesar di MT 1 April 2025, dengan proyeksi produksi meledak hingga lebih dari satu juta ton. Namun, di balik optimisme ini, tantangan nyata mengintai: kapasitas gudang terbatas dan anggaran yang harus dikalkulasi cermat. Meski begitu, Pemerintah Provinsi NTB bergerak cepat dengan strategi jitu, memastikan petani tidak dirugikan dan stok jagung terserap maksimal.

Dalam Rakor Percepatan Pengadaan CJP 2025 yang digelar hybrid dari Kantor Gubernur NTB, Rabu (16/4), Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal menegaskan langkah konkret tanpa tergoda subsidi transport. “Fokus kita adalah edukasi petani dan optimalisasi gudang,” tegasnya. Ia meminta seluruh kabupaten/kota segera identifikasi gudang layak—mulai dari status, lokasi, hingga daya tampung—plus menyiapkan narahubung responsif. Gudang-gudang inilah yang nantinya jadi benteng penampungan jagung petani.

banner 325x300

Tak hanya itu, Iqbal juga merangkul Polda NTB dan Dinas Perhubungan untuk bongkar hambatan logistik. “Akses transportasi harus lancar, termasuk tambah armada kapal pengangkut,” pintanya. Di level hulu, petani diingatkan untuk tidak panen sebelum jagung berusia 115 hari demi kualitas optimal melalui pengeringan alami.

Di garis depan, Bulog NTB diminta naikkan alokasi pembelian dari 78.000 ton menjadi 200.000 ton, sekaligus memperjelas standar kualitas jagung yang bisa diserap. “Kami siap serap, tapi yang ready saat ini baru 14% untuk fungsi pengolahan,” jelas Sri Muniati, Pemimpin Wilayah Bulog NTB. Sebagai langkah antisipasi, Bulog akan gelar lelang stok gudang di Mataram dan Lombok Timur pada 24 April mendatang, membuka ruang untuk hasil panen baru.

Dengan stok cadangan pemerintah saat ini mencapai 49.478 ton dari pengadaan 2024, NTB menunjukkan kesiapan menghadang krisis. Kolaborasi multipihak ini bukan sekadar mitigasi, tapi bukti nyata komitmen menjaga denyut ekonomi petani. “Kami tak mau ada jagung terbuang. Semua harus terserap, petani sejahtera,” tandas Iqbal.

Skenario terburuk? Tidak ada dalam kamus NTB. Yang ada adalah langkah terukur, sinergi solid, dan target raih kemenangan di tengah gelombang panen raya!

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *