investigasiindonesia.com – Langkah besar diambil Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam memperluas kesempatan pendidikan internasional bagi generasi mudanya. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB resmi menjalin kerja sama strategis dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Arab Saudi. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) ini digelar di Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ), dihadiri langsung oleh Kepala Dikbud NTB H. Aidy Furqan dan Atase Dikbud Jeddah, Prof. Dr. Muhammad Irfan Helmi.
Kolaborasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan akselerasi nyata untuk membuka gerbang pendidikan global. Aidy Furqan menegaskan, kerja sama ini akan menjadi katalisator bagi pelajar NTB untuk mengakses program-program unggulan KJRI Jeddah, mulai dari pertukaran pelajar hingga pelatihan keterampilan bertaraf internasional. “Ini momentum untuk membuktikan bahwa talenta NTB mampu bersaing di panggung global,” ujarnya dengan semangat.
Tiga agenda utama menjadi fokus MoU ini. Pertama, sinergi program SMA/SMK NTB dengan SIJ, termasuk inisiatif Double Track bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Jeddah. Kedua, pengembangan kurikulum berbasis keahlian seperti membatik, pariwisata, dan industri kreatif. Ketiga, pertukaran praktik terbaik antara guru SIJ dan pendidik NTB untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Yang paling menggema adalah rencana Sekolah Plus, di mana siswa NTB akan mendapat dual certification—gelar nasional dan sertifikat internasional—sebagai bekal menghadapi persaingan global. “Kami ingin anak-anak NTB tidak hanya jadi penonton, tapi pelaku aktif di kancah dunia,” tambah Aidy.
Dampak budaya juga tak kalah dahsyat. MoU ini menjadi kanal untuk mempromosikan kekayaan budaya NTB—seperti Sasak, Bima, dan Sumbawa—ke Timur Tengah melalui festival, pertunjukan, dan program pertukaran budaya. “Ini bukan sekadar MoU, tapi jembatan emas yang menghubungkan NTB dengan dunia,” pungkas Prof. Irfan.
Antusiasme pelajar NTB sudah terlihat. Banyak yang menyambut positif peluang ini, terutama program beasiswa dan magang di Arab Saudi. “Saya siap jadi duta NTB untuk memperkenalkan Gendang Beleq di negeri Nabi,” ujar Lalu Rizki, siswa SMKN 1 Mataram yang bercita-cita kuliah di Jeddah.
Dengan langkah ini, NTB semakin kokoh menapaki visi NTB Gemilang Mendunia. MoU bukan akhir, tapi awal dari ribuan kisah sukses generasi NTB yang akan menginspirasi dunia!


















