banner 728x250
Berita  

APBD Lotim 2025 Diketok Rp 3,4 Triliun, Fokus Penanganan Stunting hingga Dukungan UMKM

banner 120x600
banner 468x60

Pemerintah Daerah Lombok Timur (Lotim) bersama DPRD secara resmi menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 sebesar Rp 3,445 triliun. Penetapan tersebut dilakukan dalam sidang paripurna yang berlangsung pada Jumat (29/11). Rapat paripurna ini sekaligus menjadi momen terakhir yang diikuti oleh Pj Bupati Lotim, HM Juaini Taofik, sebelum digantikan oleh bupati terpilih pada Pilkada 2024.

Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Lotim, Nurhasanah, menegaskan bahwa APBD 2025 harus difokuskan pada prioritas utama, yakni pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, perekonomian inklusif, serta peningkatan sumber daya manusia (SDM). “Kami meminta agar APBD 2025 benar-benar menjadi instrumen yang memberikan dampak nyata terhadap kualitas hidup masyarakat Lotim,” ujar Nurhasanah.

banner 325x300

Rincian APBD 2025

Dari sisi pendapatan, APBD 2025 terdiri dari:

Pendapatan Asli Daerah (PAD): Rp 540,902 miliar.

Pendapatan transfer: Rp 2,897 triliun.

Pendapatan lain-lain yang sah: Rp 7,695 miliar.

Sementara itu, belanja daerah dialokasikan sebesar Rp 3,422 triliun, dengan rincian:

Belanja operasional: Rp 2,615 triliun.

Belanja modal: Rp 335,038 miliar.

Belanja tidak terduga (BTT): Rp 7 miliar.

Belanja transfer: Rp 464,177 miliar.

Meski demikian, DPRD menekankan pentingnya alokasi anggaran yang maksimal untuk mengatasi permasalahan mendasar, seperti stunting dan inflasi, serta memastikan standar pelayanan minimal di sektor kesehatan dan pendidikan.

Penurunan Kemiskinan dan IPM Meningkat

Dalam sambutannya, Pj Bupati HM Juaini Taofik mengungkapkan bahwa angka kemiskinan di Lotim menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 15 November lalu, angka kemiskinan turun dari 15,63 persen menjadi 14,51 persen, sementara kemiskinan ekstrem turun dari 4,06 persen menjadi 3,21 persen.

Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lotim juga mencatatkan peningkatan signifikan dalam lima tahun terakhir, dengan laju pertumbuhan mencapai 1,17 persen, tertinggi di NTB. “Ini menunjukkan kerja keras seluruh elemen masyarakat dan pemerintah dalam mendorong kemajuan daerah,” kata Juaini.

Fokus pada UMKM dan Infrastruktur

Dalam sidang paripurna tersebut, DPRD juga meminta perhatian serius terhadap dukungan kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Mereka mengusulkan agar Pemda memberikan modal usaha dan pelatihan guna meningkatkan daya saing UMKM di pasar lokal maupun nasional.

Di sisi lain, pembangunan infrastruktur dasar, seperti jalan, jembatan, dan fasilitas umum lainnya, juga menjadi perhatian. Alokasi anggaran untuk belanja modal sebesar Rp 335,038 miliar diharapkan dapat mempercepat realisasi proyek-proyek strategis yang mendukung perekonomian daerah.

Apresiasi dan Harapan

Juaini menyampaikan apresiasi kepada Banggar, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang telah bekerja keras menyelesaikan pembahasan APBD tepat waktu. Ia berharap, bupati terpilih dapat melanjutkan program-program yang telah dirintis serta membawa Lotim menjadi daerah yang lebih maju.

“Mohon maaf apabila selama menjabat sebagai Pj Bupati terdapat kekurangan. Semoga Lotim terus tumbuh menjadi daerah yang unggul dan sejahtera,” pungkasnya.

Tantangan dan Harapan Masa Depan

Kendati demikian, tantangan masih menghadang. Penanganan stunting, pengendalian inflasi, dan pengurangan kesenjangan sosial menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan. Dengan APBD 2025 yang telah diketok, diharapkan seluruh elemen pemerintah dan masyarakat dapat bersinergi untuk merealisasikan program prioritas tersebut demi mewujudkan Lotim yang lebih baik.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *